BM31News
BM31News
BM31News

Universitas Pattimura Kukuhkan Lima Guru Besar Baru

Lima profesor baru Unpatti dikukuhkan untuk memperkuat kontribusi akademik, riset, dan pembangunan maritim Indonesia timur.

Ambon, | Universitas Pattimura kembali mencatat sejarah penting dengan mengukuhkan lima guru besar baru pada Senin (11/8/2025) di Auditorium Unpatti, Ambon. Momentum ini tidak hanya menegaskan posisi Unpatti sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu di kawasan timur Indonesia, tetapi juga memperluas kontribusi akademiknya melalui berbagai bidang kepakaran strategis.

Pengukuhan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 3189/M/KPT.KP/2025 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. Kelima profesor yang dikukuhkan adalah Beni Setha (Teknologi Pascapanen Hasil Perikanan), Frederika S. Pello (Produktivitas Perairan), Anderson Leonardo Palinussa (Pendidikan Matematika Realistik), Dientje Rumerung (Ekonomi Pembangunan Kewilayahan) dan Maria Nindatu (Parasitologi).

“Universitas Pattimura kini memiliki 90 guru besar aktif dari total 116 guru besar yang pernah dilahirkan. Penambahan ini adalah bukti konsistensi kampus dalam melahirkan pemimpin akademik di berbagai bidang kepakaran,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Ia menegaskan bahwa peran guru besar tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata, melainkan harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi universitas, masyarakat, dan bangsa.

“Guru besar harus menunjukkan kapasitas keilmuannya, sehingga kontribusinya dapat dirasakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus membawa kemajuan universitas,” kata Fredy Leiwakabessy. BM31News

Dalam kesempatan itu, Rektor juga menyinggung posisi strategis Unpatti sebagai project lead di Eastern Indonesia University, sebuah inisiatif kolaboratif yang membawahi enam universitas, antara lain Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Khairun, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Papua. Fokus utama proyek tersebut adalah penelitian di bidang sains, teknologi, dan inovasi untuk pembangunan kelautan dan kemaritiman berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Menurut Rektor, Unpatti telah melakukan komunikasi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi guna mempercepat realisasi program strategis tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa penguatan SDM melalui pengukuhan guru besar baru memiliki relevansi langsung terhadap agenda nasional dalam bidang maritim dan inovasi.

Selain itu, pihak kampus juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait percepatan enam proyek pembangunan strategis. Proyek itu meliputi pembangunan sports center, rumah sakit pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, sistem penyediaan air minum, serta rumah susun bagi mahasiswa dan dosen, dengan total anggaran sekitar Rp808 miliar.

“Harapan kami, sebagian proyek ini dapat direalisasikan pada 2026 sehingga infrastruktur kampus bisa semakin menunjang kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Fredy Leiwakabessy.

Acara pengukuhan ditutup dengan penegasan kembali tanggung jawab moral dan intelektual yang melekat pada gelar profesor. Para guru besar diharapkan terus melahirkan karya akademik, riset aplikatif, serta pengabdian yang membawa manfaat luas bagi masyarakat Maluku dan Indonesia. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow
SEPUTAR AMBOINA
Memuat berita terbaru...

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !