Ambon,
| Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Fredy Leiwakabessy menerima kunjungan Consul of Japan in Surabaya, Takonai Susumu, beserta staf di ruang kerja Rektor Unpatti, pada Kamis (26/2/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi serta mengeksplorasi peluang kerja sama pendidikan antara Unpatti dan institusi pendidikan di Jepang, termasuk peluang magang mahasiswa di Jepang dan kemungkinan dukungan peningkatan fasilitas laboratorium teknik di kampus tersebut.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialog akademik itu turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan pendidikan di Maluku, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik Dominggus Malle, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni Nur Aida Kubangun, Dekan Fakultas Teknik Pieter Th. Berhitu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Sarlota Singerin, perwakilan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Maluku (Poltekkes Kemenkes Maluku), serta Kepala International Office Unpatti Jonny Latuny.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penguatan hubungan antara Universitas Pattimura dengan perwakilan Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jepang di Surabaya, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam pertemuan tersebut, Takonai Susumu menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi pendidikan Jepang di kawasan timur Indonesia, khususnya di Maluku. Ia juga ingin memperoleh gambaran terkait kerja sama yang telah berjalan antara Unpatti dengan sejumlah institusi pendidikan di Jepang.
“Tujuan kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi, serta mengeksplorasi kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan, termasuk mendapatkan informasi mengenai kerja sama yang telah berjalan antara Universitas Pattimura dengan institusi pendidikan di Jepang,” kata Consul of Japan in Surabaya, Takonai Susumu.
Selain membangun komunikasi akademik, pertemuan tersebut juga membahas kemungkinan pembukaan program magang bagi mahasiswa Unpatti di Jepang. Program tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman internasional di sektor industri dan teknologi.
Di sisi lain, diskusi juga menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas akademik di lingkungan Fakultas Teknik Unpatti, khususnya laboratorium uji model kapal atau towing tank, yang memiliki peran penting dalam riset teknik perkapalan dan pengembangan teknologi maritim.
Fasilitas tersebut dinilai relevan dengan karakteristik geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan yang membutuhkan penguatan riset dan inovasi di sektor transportasi laut dan teknologi kelautan.
Pemerintah Jepang melalui skema kerja sama pendidikan membuka peluang dukungan finansial bagi peningkatan fasilitas tersebut melalui pengajuan proposal resmi dari pihak universitas.
Menanggapi peluang kerja sama tersebut, Rektor Universitas Pattimura menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti berbagai opsi kolaborasi yang telah dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas pendidikan serta program mobilitas mahasiswa.
“Melalui pertemuan ini Universitas Pattimura akan menindaklanjuti kemungkinan dukungan dari pemerintah Jepang untuk meningkatkan sarana pendidikan sekolah laboratorium di Unpatti, termasuk peluang magang mahasiswa di Jepang,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Ia juga menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan universitas, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta kapasitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
“Harapan kami, kemungkinan kerja sama yang akan diimplementasikan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, selaras dengan kebutuhan Universitas Pattimura sebagai lembaga pendidikan tinggi,” kata Fredy Leiwakabessy.
Secara strategis, penguatan hubungan antara Universitas Pattimura dan Konsulat Jepang di Surabaya membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, teknologi, dan riset maritim. Bagi Maluku sebagai wilayah kepulauan, dukungan internasional terhadap pengembangan pendidikan tinggi dinilai memiliki dampak signifikan dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi teknologi kelautan di kawasan tersebut.
Kunjungan diplomatik akademik ini sekaligus mempertegas peran Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan pendidikan dan penelitian di Maluku, serta sebagai mitra strategis dalam jaringan kerja sama pendidikan internasional di kawasan Asia-Pasifik. (BM31)



