Masohi,
| Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menekan angka kemiskinan ekstrem melalui program “Cerdas Bersama, Tumbuh Sejahtera.” Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi 75 peserta didik Tahun Ajaran 2025-2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan Daerah, Senin (6/10), dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Maluku Tengah, Chalid Pattisahusiwa, mewakili Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, Kepala BPS Maluku Tengah, guru dan staf pengajar Sekolah Rakyat, pendamping, serta orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat Maluku Tengah menyambut positif kehadiran Sekolah Rakyat yang saat ini berlokasi sementara di kompleks SKB Masohi.
“Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi dalam pembangunan bangsa maupun daerah,” kata Asisten Administrasi Umum Setda Malteng, Chalid Pattisahusiwa, saat membacakan sambutan Bupati Zulkarnain.
Zulkarnain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama dalam menyukseskan program nasional tersebut. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan merupakan dua aspek mendasar yang harus diperkuat untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayah bertajuk Pamahanunusa.
“Program Sekolah Rakyat bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memiliki komitmen kuat untuk terus memajukan pendidikan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Zulkarnain Awat Amir.
Bupati menjelaskan, pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi seluruh peserta didik baru merupakan langkah konkret untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak dalam keadaan prima sebelum memulai proses belajar.
“Pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan para siswa sehat secara fisik, karena generasi cerdas harus didukung dengan tubuh yang sehat dan berkualitas,” tegas Zulkarnain.
Menurutnya, deteksi dini terhadap kesehatan siswa menjadi bagian penting dari sistem pembinaan peserta didik agar mereka dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan orang tua siswa.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua terus berjalan harmonis untuk mewujudkan masa depan anak-anak yang lebih baik serta bermanfaat bagi bangsa dan daerah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyapa para siswa baru dan memberikan pesan motivatif agar mereka memanfaatkan masa pengenalan sekolah untuk beradaptasi dan membangun karakter positif.
“Anak-anakku, di lingkungan Sekolah Rakyat inilah kalian akan tumbuh, belajar, dan berkembang menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, serta berkarakter. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menjalin persahabatan, menghormati guru, dan tekun dalam menimba ilmu,” pesan Zulkarnain di hadapan para peserta didik.
Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan peserta didik. Dengan sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berupaya menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk menuju kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan di Maluku Tengah. (BM31-02)







