BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Gubernur Maluku Tegaskan Sains Jadi Mesin Pembangunan

Hendrik Lewerissa menilai sains, teknologi, inovasi, dan kebijakan berbasis data penting untuk menjawab tantangan pembangunan Maluku.

Ambon, | Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa sains dan teknologi harus menjadi salah satu mesin utama transformasi pembangunan daerah. Pandangan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber Kuliah Umum Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura di Auditorium Universitas Pattimura, Rabu (9/9/2026).

Kuliah umum bertema “Peranan dan Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Perkembangan Sains dan Teknologi sebagai Penggerak Pembangunan di Maluku” tersebut mempertemukan pemerintah daerah dan sivitas akademika. Forum itu secara khusus diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kebijakan pemerintah dalam mendorong perkembangan sains dan teknologi.

Hendrik melihat posisi sains dan teknologi sebagai bagian penting dari upaya mengubah potensi daerah menjadi kekuatan pembangunan. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Maluku perlu berjalan seiring dengan penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebijakan yang berbasis data.

Pandangan tersebut memiliki relevansi kuat dengan karakter geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan. Wilayah laut yang luas memberikan potensi besar pada sektor kelautan dan perikanan, tetapi kondisi geografis yang sama juga menghadirkan tantangan dalam konektivitas, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.

Karena itu, pengembangan sains dan teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemajuan akademik. Pemanfaatannya perlu diarahkan untuk membantu pemerintah memahami persoalan daerah secara lebih tepat sekaligus merumuskan kebijakan berdasarkan data dan hasil penelitian.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Universitas Pattimura dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik dengan kebutuhan pembangunan. Perguruan tinggi dapat berperan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sementara pemerintah memiliki kewenangan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan daerah.

Konteks tersebut juga menjadi alasan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam forum yang menghadirkan kepala daerah sebagai narasumber. Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi tidak hanya memperoleh perspektif akademik, tetapi juga dapat melihat secara langsung kebutuhan pemerintah terhadap inovasi dan pemecahan masalah berbasis pengetahuan.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, sebelumnya menegaskan bahwa perguruan tinggi siap memperkuat kerja sama dengan pemerintah dari tingkat pusat hingga desa. Kolaborasi tersebut mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari kontribusi kampus terhadap pembangunan.

“Universitas Pattimura siap untuk berkolaborasi secara signifikan dengan pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah, kabupaten, kota, hingga desa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.

Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan plakat oleh Rektor Universitas Pattimura kepada Gubernur Maluku. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura juga menyerahkan sertifikat kepada Gubernur sebagai narasumber sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.

Forum tersebut memperlihatkan kebutuhan untuk memperkuat hubungan antara kebijakan pemerintah dan kapasitas perguruan tinggi. Bagi Maluku, tantangannya bukan hanya menjaga potensi sumber daya alam, tetapi memastikan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan data menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan pembangunan.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News