Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat strategi internasionalisasi pendidikan dengan mendorong mahasiswa menembus jejaring akademik global melalui kolaborasi bersama Diaspora Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan dalam Talk Show Global Overseas Indonesia: Kontribusi Diaspora Indonesia untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan yang digelar di Aula Lantai II Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Ambon, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa terhadap peluang studi, riset, dan pengembangan karier di tingkat internasional.
Talk show diselenggarakan oleh Russian Corner Universitas Pattimura bekerja sama dengan Diaspora Indonesia. Kegiatan menghadirkan Head of International Office Universitas Pattimura Jonny Latuny, peneliti dari Arctic-Antarctic Research Institute/Saint Petersburg State University Rusia Gerry Utama, Profesor Fisika Nanosains dan Nanoteknologi Universitas Pattimura Hendry Elim, serta Head of Russian Corner Universitas Pattimura David Kermite sebagai narasumber.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura Ruslan H. S. Tawari mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dalam ekosistem global. Menurutnya, peningkatan kualitas akademik harus dibarengi dengan keberanian mahasiswa memanfaatkan peluang belajar, riset, maupun kolaborasi internasional.
“Pendidikan dan pengalaman internasional bukan hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Karena itu, mahasiswa perlu terus meningkatkan kualitas, integritas, dan komitmen agar mampu bersaing serta memberikan manfaat bagi Indonesia,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura, Ruslan H. S. Tawari.
Ruslan juga menegaskan tantangan generasi muda saat ini tidak lagi terbatas pada capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi, membangun jejaring internasional, serta keberanian keluar dari zona nyaman menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam sesi diskusi, para narasumber membagikan pengalaman menempuh studi dan berkarier di Rusia, Jepang, Australia, serta sejumlah negara lainnya. Pengalaman tersebut menggambarkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan berkomunikasi lintas budaya, dan jejaring internasional menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik maupun profesional.
“Tantangan belajar dan bekerja di luar negeri memang tidak ringan, tetapi pengalaman tersebut membuka peluang kolaborasi, memperluas perspektif, dan memperkuat kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,” ujar salah seorang narasumber dalam sesi diskusi yang membagikan pengalaman internasasionalnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa Russian Corner Universitas Pattimura menampilkan lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam bahasa Rusia. Penampilan tersebut menjadi wujud implementasi pembelajaran bahasa asing sekaligus memperlihatkan upaya kampus membangun lingkungan akademik yang lebih terbuka terhadap interaksi internasional.
Melalui kolaborasi dengan Diaspora Indonesia, Universitas Pattimura menegaskan komitmennya memperluas akses mahasiswa terhadap jejaring akademik global. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga memperkuat kontribusi sumber daya manusia Maluku dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan pembangunan nasional.(BM31)







