BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Kekeringan Melanda SBB, BWS Maluku Kirim 9.000 Liter Air

Distribusi air bersih menyasar warga SBB yang menghadapi sumur payau dan keterbatasan sumber air layak konsumsi.

Seram Barat, | Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku menyalurkan total 9.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada 9–10 September 2026. Bantuan tersebut menyasar Desa Rumberu, Dusun Kawatu, Desa Kawa RT 01, dan Dusun Pohon Batu yang mengalami kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

Pada Rabu (9/9/2026), BWS Maluku mendistribusikan 5.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki ke Desa Rumberu, Dusun Kawatu. Penyaluran berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.00 WIT dengan penerima manfaat yang dilaporkan mencapai sekitar 200 jiwa.

Sehari kemudian, Kamis (10/9/2026), sebanyak 4.000 liter air bersih kembali disalurkan ke Desa Kawa RT 01 dan Dusun Pohon Batu. Di Desa Kawa, bantuan menjangkau sekitar 120 kepala keluarga atau 504 jiwa, sedangkan di Dusun Pohon Batu terdapat 167 kepala keluarga dengan jumlah penerima manfaat mencapai 624 jiwa.

Kondisi kekeringan membuat warga menghadapi persoalan serius dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sejumlah sumur warga dilaporkan menghasilkan air payau, bahkan mengandung garam, sehingga tidak layak digunakan untuk memasak dan minum.

Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, mengatakan distribusi air bersih merupakan tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Ritiauw. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Maluku.

“Distribusi bantuan air bersih di sejumlah wilayah di Maluku ini atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah,” kata Ruslan Malik.

Menurut Ruslan, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah konkret pemerintah untuk menjaga akses masyarakat terhadap air di tengah kondisi kekeringan. BWS Maluku juga memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.

“Langkah ini kami lakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku,” kata Ruslan Malik.

Penanganan di lapangan tidak berjalan tanpa kendala. Petugas menghadapi kesulitan menemukan sumber air dengan debit mencukupi, sementara proses pengisian mobil tangki dilaporkan membutuhkan waktu hingga sekitar enam jam karena debit sumber air relatif kecil.

Persoalan lain muncul pada sisi penampungan. Sebagian warga belum memiliki tandon atau profil tank berkapasitas besar sehingga air bantuan masih ditampung menggunakan jeriken, drum, dan berbagai wadah dengan kapasitas terbatas.

BWS Maluku menyatakan penanganan kekeringan tidak berhenti pada distribusi air bersih. Pemantauan kondisi lapangan juga mencakup kebutuhan penanganan infrastruktur yang terdampak, termasuk jaringan irigasi.

“BWS Maluku tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih, tetapi kami juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait,” kata Ruslan Malik.

BWS Maluku memastikan distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil pemantauan di lapangan. Sementara itu, keterangan lebih lanjut dari BPBPK Maluku maupun pemerintah Kabupaten SBB terkait kondisi kekeringan dan rencana penanganan lanjutan belum tercantum dalam bahan informasi yang tersedia.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News