BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News

Unpatti Disiapkan Jadi Pusat Data Pembangunan Rendah Karbon Maluku

Kolaborasi Unpatti dan PT. Hatfield Indonesia diarahkan untuk membangun Center of Excellence yang mendukung perencanaan pembangunan daerah berbasis data dan kajian ilmiah.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) disiapkan menjadi pusat data dan pengetahuan pembangunan rendah karbon di Provinsi Maluku melalui pembentukan Center of Excellence (CoE) Pembangunan Rendah Karbon. Inisiatif yang dibahas bersama PT. Hatfield Indonesia dan tim Low Carbon Development Initiative (LCDI) Wilayah Maluku pada Selasa (23/6/2026) di ruang kerja Rektor Unpatti itu diarahkan untuk menjawab krisis ketersediaan data berkualitas yang selama ini menjadi tantangan dalam perencanaan pembangunan daerah.

Pembentukan CoE tersebut tidak hanya menempatkan Unpatti sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat rujukan data, informasi, dan kajian ilmiah yang dapat digunakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam pengambilan kebijakan pembangunan. Langkah ini dinilai strategis karena pembangunan rendah karbon membutuhkan dukungan data yang akurat dan terintegrasi.

Rektor Unpatti Fredy Leiwakabessy menyatakan kampus siap mendukung pengembangan CoE melalui 21 pusat kajian yang dimiliki universitas. Menurut dia, kolaborasi dengan PT. Hatfield Indonesia merupakan bagian dari pendekatan pentahelix yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi pembangunan yang lebih efektif.

โ€œKami berharap permasalahan yang ada di lingkungan sekitar dapat diatasi, sehingga ini menjadi wujud nyata dalam membangun kolaborasi bersama,โ€ kata Fredy Leiwakabessy.

Koordinator LCDI Wilayah Maluku Nita Yohana menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir tim LCDI bersama PT. Hatfield Indonesia telah terlibat dalam penyusunan dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Maluku. Penyusunan dokumen tersebut melibatkan tenaga pendidik dan berbagai pemangku kepentingan daerah.

โ€œPada tahun 2026-2027, kami memandang penting adanya peningkatan kapasitas lokal yang ada di provinsi ini. Karena itu, Center of Excellence menjadi salah satu instrumen strategis yang di dalamnya terdapat pusat data, pusat informasi, serta berbagai sumber pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Provinsi Maluku,โ€ kata Nita Yohana.

Menurut Nita, keberadaan CoE diharapkan mempermudah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengakses data dan hasil kajian yang dibutuhkan untuk menyusun program pembangunan. Selama ini, keterbatasan akses terhadap data yang mutakhir dan terverifikasi sering menjadi kendala dalam penyusunan perencanaan berbasis bukti (evidence-based policy).

Dari sisi perencanaan daerah, kehadiran pusat data dan pengetahuan yang terintegrasi dinilai penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Pembangunan rendah karbon tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga menyangkut pengelolaan sumber daya alam, ketahanan iklim, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat kepulauan.

Pertemuan antara Unpatti, PT. Hatfield Indonesia, dan pemangku kepentingan daerah tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi dalam pengembangan CoE Pembangunan Rendah Karbon di Maluku. Jika terealisasi, pusat unggulan ini berpotensi menjadi salah satu instrumen strategis yang mendukung transformasi perencanaan pembangunan daerah berbasis data dan kajian ilmiah di Indonesia Timur.(BM31)

๐Ÿ“ข Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
โš ๏ธ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow