Ambon,
| Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Wilayah Maluku resmi dikonsolidasikan sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi untuk memperkuat kualitas pendidikan ilmu komunikasi dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan transformasi digital. Konsolidasi tersebut ditandai dengan pelantikan Pengurus ASPIKOM Wilayah Maluku Periode 2026-2029 di Auditorium Lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura, Ambon, Selasa (23/6/2026).
Pelantikan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum ASPIKOM Nomor 253/ASPIKOM-KP/VI/2026 itu menempatkan Said Lestaluhu sebagai Ketua Pengurus Harian ASPIKOM Wilayah Maluku. Pada saat yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Umum ASPIKOM dan enam pimpinan perguruan tinggi anggota ASPIKOM Koordinator Wilayah Maluku sebagai bentuk komitmen memperkuat kerja sama akademik.
Momentum ini hadir di tengah kebutuhan yang semakin besar terhadap tenaga profesional bidang komunikasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, media digital, dan perubahan pola komunikasi masyarakat. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam memastikan kurikulum, penelitian, dan pengabdian masyarakat tetap relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan daerah.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa keberadaan asosiasi keilmuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, kolaborasi yang terbangun melalui ASPIKOM dapat menjadi sarana memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan daya saing institusi pendidikan di Maluku.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai wadah untuk membangun komunikasi antar perguruan tinggi, juga program studi agar dapat memberikan manfaat dan makna bagi kita semua,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.
Menurut Rektor, penguatan organisasi profesi dan asosiasi keilmuan juga sejalan dengan visi Universitas Pattimura untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, bersinar, dan menuju World Class University. Karena itu, sinergi antarperguruan tinggi dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas lulusan dan memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah.
Ketua Umum ASPIKOM, Anang Sujoko, menilai kepengurusan baru ASPIKOM Wilayah Maluku memiliki peluang besar untuk memperkuat tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi yang lebih terstruktur. Ia menekankan bahwa organisasi profesi harus mampu menjadi ruang bersama untuk menghasilkan inovasi dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
“Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi serta menghasilkan inovasi yang memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” kata Anang Sujoko.
Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Peran Strategis Program Studi Ilmu Komunikasi dalam Menjawab Kebutuhan Industri dan Transformasi Digital”. Tema tersebut mempertegas arah pengembangan pendidikan komunikasi yang tidak lagi hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Konsolidasi ASPIKOM Maluku menjadi langkah penting bagi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia untuk membangun ekosistem pendidikan komunikasi yang lebih adaptif dan kolaboratif. Dengan jejaring yang semakin kuat, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, serta memiliki kemampuan menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin kompleks di berbagai sektor pembangunan.(BM31)






