BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Bupati Malteng Tegaskan Peran Bidan Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Muscab IV IBI Malteng jadi momentum strategis untuk memperkuat peran bidan dalam pembangunan kesehatan ibu dan anak di Maluku Tengah.

Masohi, – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan peran vital Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menanggulangi stunting melalui pelayanan kesehatan dasar yang merata dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) IV dan Syukuran HUT ke-74 IBI Kabupaten Maluku Tengah yang berlangsung di Baileo Ir. Soekarno, Masohi, Senin (28/7/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Peran Strategis Bidan dalam Memenuhi Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan di Setiap Kondisi Krisis Menuju Indonesia Emas 2045” itu dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Daerah IBI Provinsi Maluku, pengurus dan anggota IBI Malteng, serta para sesepuh bidan dari seluruh wilayah kabupaten.

“Bidan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, dari masa kehamilan hingga bayi baru lahir. Di tengah tantangan kesehatan hari ini, peran mereka semakin krusial dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting,” kata Bupati Zulkarnain.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, lanjut Zulkarnain, tengah memperkuat berbagai program prioritas di bidang kesehatan seperti posyandu aktif, pelayanan KB, hingga percepatan penanganan stunting. Menurutnya, seluruh inisiatif tersebut membutuhkan keterlibatan aktif para bidan yang tersebar di pelosok negeri bertajuk Pamahanunusa.

“Pemda sangat berharap IBI Malteng menjadi mitra strategis yang terus bergerak bersama pemerintah demi membentuk masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas. Apalagi bidan punya posisi unik sebagai tenaga kesehatan yang langsung berhadapan dengan masyarakat di tingkat paling dasar,” tegas Zulkarnain.

Dalam Muscab IV ini, Bupati juga mendorong IBI untuk melahirkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi profesional para anggotanya. Ia menekankan pentingnya pembaruan strategi dan peningkatan kapasitas guna menghadapi berbagai tantangan krisis kesehatan yang mungkin terjadi di masa depan.

“Kami ingin Muscab ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi, memperkuat, dan menyusun langkah konkret demi masa depan IBI yang lebih kuat dan berdampak besar bagi daerah,” tambahnya.

Ketua Daerah IBI Provinsi Maluku yang hadir dalam kegiatan ini turut mengapresiasi langkah-langkah konkret Pemda Malteng dalam mengarusutamakan kesehatan ibu dan anak di tingkat kabupaten. Ia menyebut sinergi antara Pemda dan IBI sangat penting dalam memastikan layanan kesehatan reproduksi menjangkau seluruh kelompok rentan, terutama di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.

“IBI akan terus berdiri di garis depan bersama Pemda dalam memajukan layanan kesehatan, termasuk edukasi kesehatan seksual dan reproduksi, agar perempuan Maluku Tengah dapat hidup lebih sehat dan bermartabat,” kata Ketua Daerah IBI Provinsi Maluku.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah mencatat, meski angka kematian ibu dan bayi mengalami tren penurunan dalam dua tahun terakhir, namun tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan di daerah terpencil masih menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, keberadaan dan peran aktif bidan dinilai sangat menentukan dalam menjamin keselamatan ibu dan bayi di masa-masa kritis.

Pemerintah daerah juga menyatakan akan terus memperkuat fasilitas kesehatan tingkat pertama serta memastikan pemerataan distribusi tenaga bidan di seluruh kecamatan, terutama di desa-desa yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Muscab IV IBI Malteng ini dijadwalkan berlangsung selama satu hari penuh dengan agenda utama laporan pertanggungjawaban pengurus, evaluasi program kerja, serta pemilihan ketua cabang baru yang akan memimpin organisasi dalam lima tahun ke depan.

IBI sebagai organisasi profesi kesehatan perempuan tertua di Indonesia, kini memasuki usia ke-74. Momentum ini disebut menjadi pengingat sekaligus tantangan bagi para bidan untuk terus beradaptasi dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat yang kian kompleks. (BM31-02)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow