BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

BKKBN Maluku Perkuat Mekanisme Operasional Lini Lapangan untuk Tekan Stunting 2025

BKKBN Maluku pastikan kesiapan sistem kerja lini lapangan untuk mendukung target nasional penurunan stunting dan pembangunan keluarga berkelanjutan.

Ambon, – Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menggelar kegiatan Pembinaan Penguatan Pelaksanaan Mekanisme Operasional Lini Lapangan Tahun 2025 secara daring pada Senin (28/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun tata kelola operasional yang seragam dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Bangga Kencana di seluruh wilayah Maluku, terutama dalam percepatan penurunan angka stunting.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh jajaran tenaga lini lapangan BKKBN, termasuk Penyuluh KB (PKB/PLKB), PPKBD, Sub-PPKBD, kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), serta para mitra kerja program Bangga Kencana. Dengan pendekatan kolaboratif, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju penguatan sistem kerja dan pelayanan publik yang lebih terintegrasi di tingkat lapangan.

“Tenaga lini lapangan adalah ujung tombak keberhasilan program, yang bekerja langsung bersama masyarakat hingga ke RT dan RW. Oleh karena itu, penguatan terhadap mekanisme operasional menjadi kebutuhan mendesak agar pelaksanaan program di lapangan berjalan secara sistematis, terarah, dan berdampak nyata,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mauliwaty Bulo.

Pembinaan ini dirancang untuk memperkuat sistem kerja dan koordinasi lapangan dengan menekankan pada tiga aspek utama: konsistensi pelaporan, ketepatan intervensi, dan pengawasan terpadu terhadap keluarga risiko stunting (KRS). Melalui penyampaian arah kebijakan tahun 2025, BKKBN Maluku memastikan bahwa pendekatan berbasis data akan menjadi landasan utama pengambilan keputusan dan aksi lapangan.

Secara khusus, Kepala Perwakilan menekankan perlunya pemutakhiran data PK-25 secara berkelanjutan sebagai fondasi identifikasi keluarga risiko stunting. Langkah ini diiringi dengan pendampingan intensif dari PKB/PLKB dan kader IMP Bangga Kencana, yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga mencakup pengawasan serta rujukan ke layanan gizi dan kesehatan.

“Melalui pembinaan ini, kita harapkan tersusunnya sistem kerja lini lapangan yang lebih kuat, terkoordinasi, dan adaptif; terpenuhinya pelaporan yang akurat dan tepat waktu; serta meningkatnya kolaborasi lintas aktor di lini lapangan,” lanjut Mauliwaty.

Sejalan dengan komitmen tersebut, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2025 juga menjadi sorotan penting. Dana ini akan menjadi tulang punggung operasional bagi institusi pelaksana program di lapangan, dan penggunaannya harus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Salah satu titik berat evaluasi tahun mendatang adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG MBG. Evaluasi akan menekankan pada efektivitas intervensi gizi terhadap kelompok sasaran B3, yakni Ibu Hamil (Bumil), Ibu Menyusui (Busui), dan Balita. Kualitas layanan, keterjangkauan, dan ketepatan sasaran akan menjadi indikator utama keberhasilan program ini.

Dalam suasana pembinaan yang berlangsung interaktif dan penuh semangat, jajaran lini lapangan menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan akses di wilayah terpencil hingga kesenjangan data antara lapangan dan pusat. Meski begitu, komitmen mereka terhadap misi besar Bangga Kencana tetap tinggi.

“Saya percaya, dengan semangat dan komitmen yang tinggi dari Bapak/Ibu semua, kita akan mampu menjawab tantangan dan memperkuat peran kita dalam mewujudkan Maluku yang bebas stunting dan keluarga yang lebih berdaya,” pungkas Mauliwaty.

Kegiatan ini menjadi cerminan keseriusan BKKBN dalam membangun sinergi lintas aktor dan memastikan bahwa setiap unit kerja di lapangan memahami perannya secara utuh dalam mendukung pembangunan keluarga Indonesia, khususnya di Provinsi Maluku. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !