Ambon,
| Ketua Organisasi Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku, Ruslan H. S. Tawari, menegaskan fokus konsolidasi internal organisasi guna menyukseskan Kota Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ke-8 ICMI yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal 1 Syawal 1447 Hijriah MPW ICMI Maluku yang digelar di Ballroom Pacific Hotel Ambon, Senin (6/4/2026), sebagai bagian dari langkah awal penguatan kesiapan organisasi menghadapi agenda nasional tersebut.
Upaya konsolidasi ini mencakup penguatan sumber daya organisasi, koordinasi lintas sektor, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Menurut Ruslan, persiapan Muktamar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Maluku yang selama ini menghadapi tantangan pembangunan berbasis kepulauan.
“Kami saat ini sedang mengkonsolidasikan pikiran dan tenaga untuk menyukseskan Ambon sebagai tuan rumah Muktamar ICMI yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026,” kata Ketua ICMI Maluku, Ruslan H. S. Tawari.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku telah dilakukan secara intensif dan mendapatkan dukungan penuh. Bahkan, sejumlah pejabat nasional telah memberikan sinyal kehadiran, termasuk rencana keikutsertaan Presiden Republik Indonesia untuk membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Dari sisi substansi, ICMI menargetkan kehadiran sekitar 10 menteri sebagai bagian dari penguatan diskursus kebijakan nasional berbasis kontribusi intelektual. Namun demikian, Ruslan menekankan bahwa esensi utama dari muktamar adalah menghasilkan gagasan konkret yang berdampak langsung pada pembangunan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan narasumber berkualitas, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat, khususnya di Maluku,” kata Ruslan.
Di tengah dinamika kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung, ICMI Maluku dihadapkan pada tantangan untuk merancang kegiatan yang efektif namun tetap produktif. Hal ini mendorong pendekatan kolaboratif dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan distribusi beban dan optimalisasi sumber daya.
Sebagai bagian dari tahapan menuju puncak Muktamar, ICMI Maluku telah menyusun agenda pra-muktamar yang akan digelar di berbagai wilayah strategis. Pada Agustus 2026, kegiatan akan berlangsung di Seram Bagian Barat dengan fokus ketahanan pangan. Selanjutnya, agenda September digelar di Maluku Tenggara dengan tema konektivitas antarwilayah. Sementara itu, pada November, kegiatan akan dipusatkan di Maluku Tengah yang dirangkaikan dengan program pemerintah daerah setempat.
Pendekatan tematik ini dinilai sebagai strategi untuk mengangkat isu-isu prioritas daerah sekaligus memperkuat integrasi kebijakan berbasis kebutuhan lokal. Selain itu, kegiatan pra-muktamar juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi gagasan dari berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap semua pihak dapat bekerja bersama, mengerahkan energi dan potensi untuk melahirkan gagasan serta program yang produktif bagi masyarakat,” kata Ruslan.
Lebih jauh, Ruslan menegaskan bahwa Muktamar ICMI 2026 harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi kawasan timur Indonesia dalam percaturan kebijakan nasional. Ia menilai, selama ini kontribusi pemikiran dari wilayah kepulauan belum sepenuhnya terakomodasi secara optimal.
Selain aspek kebijakan, Muktamar juga diharapkan menjadi etalase nilai-nilai lokal Maluku, khususnya semangat pela gandong yang menjadi simbol persaudaraan dan harmoni sosial. Nilai ini dinilai relevan dalam memperkuat kohesi nasional di tengah keberagaman.
“Muktamar ini harus menjadi panggung bagi potensi ekonomi dan keunggulan wilayah kepulauan yang selama ini kita perjuangkan,” kata Ruslan.
Di akhir pernyataannya, Ruslan mengajak seluruh elemen ICMI untuk memperkuat soliditas organisasi sebagai kunci keberhasilan penyelenggaraan Muktamar.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar ICMI untuk merapatkan barisan menuju Desember 2026,” tutup Ruslan.(BM31)







