BM31News
BM31News
BM31News

Marak Praktik Open BO di Piru, Pemkab SBB Didesak Bertindak Tegas Cegah Penyebaran HIV

Praktik prostitusi online makin meresahkan di Piru dan dikaitkan langsung dengan lonjakan kasus HIV/AIDS di kalangan anak muda.

Piru, | Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) resah menyusul maraknya praktik prostitusi daring (Open BO) yang beroperasi secara tersembunyi di sejumlah penginapan di Kota Piru. Aktivitas ini tidak hanya dianggap meresahkan secara moral, tetapi juga dikaitkan langsung dengan meningkatnya kasus HIV/AIDS di kalangan anak muda di wilayah tersebut.

Fenomena ini mencuat ke permukaan setelah warga melaporkan aktivitas para wanita penghibur yang menggunakan aplikasi online untuk menawarkan jasa seksual. Modus operandi mereka adalah menetap di penginapan-penginapan tertentu dan menunggu pelanggan yang menghubungi melalui platform daring. Menurut salah satu warga Piru yang enggan disebutkan namanya, aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama dan berpindah-pindah tempat.

“Dulu para Open BO sering menunggu tamu di sini sampai jauh malam. Bahkan, penjaga penginapan pun kerap terlibat. Tapi setelah pemilik tahu, penjaga dipecat dan mereka semua pindah ke penginapan lain,” ungkap sumber kepada media, Minggu (3/8/2025) seperti dikuti dari cahayamediatimur.com. Keberadaan Open BO ini dinilai semakin membahayakan karena dikaitkan dengan kasus HIV/AIDS yang mulai menjangkiti generasi muda. Masyarakat khawatir praktik ini akan memperparah penyebaran penyakit menular seksual, apalagi berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, saat ini tercatat sudah ada 7 kasus HIV positif di Kota Piru, dengan sebagian di antaranya meninggal dunia.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan, membenarkan adanya indikasi keterlibatan pelaku Open BO dalam penyebaran HIV di wilayah tersebut. Pihaknya mengaku telah melakukan berbagai pendekatan, namun menemui banyak kendala.

“Memang betul ada beberapa anak muda dan Open BO yang sudah terindikasi, tapi kami terus berusaha melakukan pendekatan. Sayangnya, mereka sering menghindar dan sulit ditemui,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Gariman Kurniawan.

Ia menambahkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan tracing dan sosialisasi setiap tiga bulan. Baru-baru ini, tim Dinas Kesehatan melakukan tracing di dua lokasi yang rawan prostitusi, yakni di Lokalisasi Waisaraisa dan Kamariang. Namun, penanganan kasus ini membutuhkan kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum serta instansi terkait.

“Kami tetap melakukan tugas dan kewajiban kami sebagai Dinas Kesehatan untuk memberikan pencerahan dan pendataan. Namun perlu dukungan semua pihak, termasuk orang tua dan lingkungan,” ujarnya.

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Kabupaten SBB per Agustus 2025, kasus HIV/AIDS tersebar di sejumlah kecamatan, dengan angka tertinggi di Kairatu Barat (14 orang), Uwen Pantai (8 orang), dan Piru (7 orang, termasuk 3 meninggal dunia). Data ini menunjukkan bahwa penyebaran HIV/AIDS di SBB sudah memasuki tahap yang mengkhawatirkan, dan memerlukan penanganan lintas sektor.

Berikut ini adalah sebaran data kasus HIV/AIDS di Kabupaten SBB yaitu Kairatu 1 orang, Tanah Goyang 3 orang (1 meninggal), Kamariang 3 orang (meninggal), Kairatu Barat 14 orang, Piru 7 orang (3 meninggal), Waimital 2 orang, Uwen Pante 8 orang, Luhu 2 orang (meninggal), Buano Selatan 3 orang (1 pemantauan pengobatan), Tomalehu Timur 1 orang, Latu 1 orang (meninggal, mutasi dari Papua) dan Limboro 1 orang (ibu hamil).

Desakan publik agar Pemerintah Kabupaten SBB bertindak tegas terhadap praktik prostitusi daring terus menguat. Warga meminta agar dilakukan penertiban terhadap penginapan yang terindikasi menjadi tempat praktik Open BO serta mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil langkah hukum.

“Kalau dibiarkan, ini akan rusak generasi muda. Sudah ada korban HIV dari anak-anak muda. Pemerintah jangan cuma diam,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Piru.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat di SBB untuk meningkatkan pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum agar praktik prostitusi daring tidak terus meluas. Di saat yang sama, langkah preventif melalui edukasi seks sehat dan peningkatan akses kesehatan bagi kelompok rentan menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !