BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Universitas Pattimura dan YAPPIKA Teken MoU, Sinergi untuk Penguatan Demokrasi dan Tridharma Perguruan Tinggi

Unpatti dan YAPPIKA berkomitmen membangun ruang akademik yang inklusif dan mendorong partisipasi publik melalui pendidikan dan riset.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA) pada Kamis (18/9/2025), bertempat di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Ambon. Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada penguatan masyarakat sipil dan demokrasi di Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy bersama Direktur Eksekutif YAPPIKA, Fransisca Fitry. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara Dekan Fakultas Hukum Unpatti, Hendrik Salmon dengan Direktur Eksekutif YAPPIKA.

Rektor Fredy Leiwakabessy dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan merupakan bentuk nyata komitmen universitas untuk memperkuat peran akademisi dalam pembangunan nasional.

“Universitas Pattimura harus terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menjawab tantangan global melalui inovasi, kolaborasi riset lintas disiplin, serta penguatan tata kelola perguruan tinggi,” kata Rektor Fredy Leiwakabessy.

BM31News

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antar fakultas dan kolaborasi dengan lembaga eksternal merupakan faktor utama untuk membangun daya saing institusi.

“Universitas Pattimura bukan hanya rumah bagi proses belajar, tetapi juga pusat lahirnya gagasan, inovasi, serta solusi atas persoalan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Leiwakabessy.

YAPPIKA, sebagai organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada demokrasi, hak asasi manusia, dan tata kelola pemerintahan, menilai kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem demokrasi yang partisipatif dan inklusif.

Direktur Eksekutif YAPPIKA, Fransisca Fitry, menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari program BASIS (Building and Enabling Environment for Strong Civil Society in Indonesia), yang bertujuan menumbuhkan masyarakat sipil yang kuat, aktif, dan kritis melalui kemitraan dengan perguruan tinggi.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata untuk membangun lingkungan pendukung yang kondusif bagi penguatan demokrasi. Pendidikan adalah senjata paling kuat untuk mengubah dunia,” kata Fransisca Fitry, mengutip Nelson Mandela.

Lebih lanjut, Fitry menegaskan pentingnya peran universitas sebagai ruang intelektual yang membentuk karakter dan kesadaran kritis generasi muda.

“Perguruan tinggi tidak boleh terisolasi sebagai menara gading, tetapi harus hadir sebagai jantung intelektual dan kompas moral bangsa,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, YAPPIKA menempatkan Universitas Pattimura sebagai perguruan tinggi ke-19 yang bergabung dalam program nasional tersebut, dengan harapan dapat memperkuat jaringan akademik dan masyarakat sipil di kawasan timur Indonesia.

Kemitraan strategis ini dipandang sebagai momentum penting bagi Unpatti untuk memperluas dampak tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam konteks pembangunan sosial di wilayah Maluku dan Indonesia Timur. Kerja sama dengan YAPPIKA diharapkan dapat memperkuat riset kebijakan publik, mendorong partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan, serta membangun ruang publik yang inklusif dan demokratis.

Melalui pendekatan berbasis penelitian dan advokasi sosial, Unpatti berpotensi menjadi pusat pengembangan masyarakat sipil yang adaptif terhadap dinamika sosial-politik nasional. Kegiatan penandatanganan ini juga diikuti dengan seminar bertajuk “Mewujudkan Ruang Publik Inklusif: Menyeimbangkan Hak dan Kewajiban Warga Negara”, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan akademik dan organisasi masyarakat sipil.

Dalam konteks demokrasi Indonesia yang tengah menghadapi tantangan disinformasi, apatisme publik, dan menurunnya partisipasi politik generasi muda, kemitraan seperti ini menjadi semakin relevan. Unpatti, melalui kolaborasi akademik dan sosial dengan YAPPIKA, berpotensi menjadi model perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada pembentukan karakter kewargaan dan kesadaran sosial mahasiswa.

Dengan demikian, langkah ini menegaskan peran Universitas Pattimura sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan sarjana, tetapi juga melahirkan warga negara kritis dan berintegritas yang mampu menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. (BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow