BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

FPIK Unpatti Gelar Lokakarya Kurikulum OBE untuk Perkuat Daya Saing Global

Lokakarya FPIK Unpatti bahas penyempurnaan kurikulum OBE menuju pendidikan berbasis kompetensi global.

Ambon, | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura menggelar Lokakarya Kurikulum, Visi dan Misi Program Studi bertema “FPIK Unggul, Berdaya Saing Global Berbasis Kepulauan yang Berkelanjutan”, bertempat di Ruang Seminar lantai 2 FPIK Unpatti pada Kamis (9/10/2025) dan diikuti secara hybrid oleh tenaga pendidik, guru besar, pimpinan lembaga universitas, serta alumni.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat dan menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja, dinamika keilmuan dan perkembangan teknologi di bidang perikanan dan kelautan.

Dekan FPIK Universitas Pattimura, Yoisye Lopulalan menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan langkah penting untuk memastikan arah kurikulum tetap sejalan dengan tuntutan global dan identitas kepulauan Indonesia Timur.

“Mari kita mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan baik, sehingga tema yang diangkat bisa terwujud sesuai dengan harapan bersama,” kata Dekan FPIK Unpatti, Yoisye Lopulalan.

Ia menjelaskan bahwa hasil dari lokakarya ini akan menghasilkan dokumen revisi kurikulum resmi, yang selanjutnya akan dibahas dalam rapat senat fakultas sebelum diteruskan ke tingkat universitas. Proses ini diharapkan memperkuat sinergi antara fakultas, lembaga penelitian, lembaga penjaminan mutu dan para alumni.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle menilai FPIK Unpatti telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam penyusunan kurikulum modern yang adaptif. Menurutnya, pembaruan ini adalah bagian dari komitmen Unpatti untuk mempertahankan status akreditasi unggul.

“Hal terpenting yang harus dilakukan adalah memperbaiki dan memperkuat bagian-bagian yang harus dikerjakan sesuai dengan perkembangan saat ini, sehingga lokakarya ini menjadi bagian dari upaya Unpatti Berdampak,” ujar Malle.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara program studi dan mitra industri/stakeholder dalam penyusunan visi, misi, serta kebijakan akademik baru. Menurutnya, orientasi pendidikan tinggi tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mencetak agen perubahan yang siap berinovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang kini diadopsi FPIK Unpatti menekankan pada pencapaian learning outcomes secara terukur dan aplikatif. Sistem ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks sosial, ekonomi dan lingkungan kelautan.

Dengan pendekatan ini, FPIK Unpatti berharap dapat mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing global dan siap menghadapi tantangan industri maritim berkelanjutan.

Selain itu, pembaruan kurikulum diharapkan memperkuat posisi Unpatti sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan kelautan di kawasan timur Indonesia.

Malle menegaskan kembali bahwa mempertahankan akreditasi unggul membutuhkan kerja kolektif dan konsistensi mutu dari seluruh elemen fakultas.

“Mempertahankan akreditasi unggul jauh lebih sulit daripada merebutnya. Kami tetap berkomitmen mendukung seluruh aktivitas akademik demi mempertahankan capaian ini,” tutup Malle.

Lokakarya yang berlangsung sehari ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh sivitas akademika FPIK Unpatti dalam memperkuat visi universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berdampak, unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.