Masohi,
| Sebanyak 83 warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, menerima remisi atau pengurangan masa hukuman dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (17/8/2025). Penyerahan keputusan remisi dilakukan langsung oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, di aula pertemuan Rutan Masohi.
Remisi tersebut diberikan berdasarkan keputusan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat hukum dan menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana. Dari jumlah tersebut, 82 warga binaan memperoleh remisi umum dan dasawarsa dengan pengurangan hukuman bervariasi, sementara 1 orang dinyatakan bebas.
Kepala Rutan Kelas II B Masohi, Idris Kilkoda, menegaskan bahwa pemberian remisi bukanlah hak mutlak, melainkan bentuk penghargaan negara atas perubahan perilaku, kedisiplinan, serta partisipasi aktif warga binaan dalam program pembinaan.
“Remisi merupakan bentuk penghargaan negara yang diberikan kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku, kedisiplinan, serta berpartisipasi aktif dalam setiap program pelatihan yang diselenggarakan Rutan Masohi,” kata Kepala Rutan Kelas II B Masohi, Idris Kilkoda.
Acara penyerahan keputusan remisi dihadiri Bupati Maluku Tengah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, jajaran pegawai Rutan, serta seluruh warga binaan. Kehadiran para pejabat daerah menegaskan dukungan moral dan institusional terhadap upaya pembinaan yang dijalankan di Rutan Masohi.
Kilkoda menjelaskan, jumlah penghuni Rutan Masohi saat ini tercatat sebanyak 108 orang, terdiri dari 91 narapidana dan 17 tahanan. Dari total tersebut, 83 orang diajukan untuk memperoleh remisi tahun ini. Seluruh usulan yang disampaikan Rutan Masohi diterima dan disetujui oleh Kemenimipas RI.
“Dari jumlah yang diusulkan, semuanya memenuhi syarat sesuai peraturan perundang-undangan dan standar pembinaan yang kami terapkan di Rutan Masohi. Hal ini menjadi bukti bahwa program pembinaan berjalan efektif,” ujar Kilkoda.
Kilkoda juga menambahkan bahwa keberhasilan program pembinaan di Rutan Masohi tidak terlepas dari peran serta pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, dan keluarga warga binaan. Dukungan berbagai pihak dianggap vital dalam menciptakan iklim pembinaan yang sehat dan berkesinambungan.
Ia menutup arahannya dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung Rutan Masohi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Maluku Tengah, Forkopimda, instansi vertikal, tokoh agama, dan semua mitra Rutan Masohi yang terus memberikan perhatian serta dukungan kepada warga binaan kami,” tutup Kilkoda. (BM31-02)




