Ambon,
| Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai Jamuan Kasih antara peserta Sidang Ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) bersama Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, serta para pimpinan dan anggota DPRD Maluku yang berlangsung di rumah dinas Ketua DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Ambon, pada Rabu malam (22/10/2025). Acara ini menjadi momentum penting mempererat sinergi antara lembaga gereja dan lembaga legislatif daerah dalam semangat kebersamaan, pelayanan, dan pembangunan masyarakat Maluku.
Jamuan kasih tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas T. Maspaitella, Ketua Umum PGI Pendeta Jecky Manuputty, Ketua Panitia Sidang Melkianus Sairdekut, serta para pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku. Turut hadir pula peserta sidang, panitia, dan para relawan Sidang Ke-39 Sinode GPM.
Acara berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan keakraban, mempertemukan dua elemen penting masyarakat Maluku, gereja dan pemerintah daerah dalam bingkai kasih dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pimpinan dan peserta Sinode GPM yang telah berkenan hadir dalam jamuan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-ibu yang telah menghadiri jamuan makan malam ini. Rumah dinas ini memang tempat kami bertugas, tetapi sejatinya rumah ini milik seluruh rakyat Maluku. Kami hanya menjaganya. Kehadiran bapak-ibu menambah sukacita bagi seluruh keluarga besar DPRD Provinsi Maluku,” kata Benhur G. Watubun.
Benhur juga menyoroti pentingnya semangat persaudaraan dan keteguhan dalam pelayanan, seraya mengapresiasi kerja keras panitia dan peserta Sidang Ke-39 Sinode GPM yang berlangsung intensif selama beberapa hari terakhir.
“Sidang ini luar biasa, lebih padat daripada sidang DPR atau MPR karena waktu dan pesertanya begitu solid. Namun, kami yakin Tuhan sendiri menuntun seluruh proses hingga keputusan-keputusan yang diambil menjadi berkat bagi seluruh jemaat,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Elifas T. Maspaitella, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara gereja dan pemerintah, termasuk lembaga legislatif, untuk memastikan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.
“Kami berterima kasih kepada DPRD Provinsi Maluku yang selama masa sidang ini terus memastikan langkah bersama untuk bersinergi dengan pemerintah. Kami tahu setiap kunjungan kerja DPRD selalu membawa aspirasi masyarakat yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh,” kata Pendeta Elifas T. Maspaitella.
Ia juga menyoroti tantangan ekonomi yang akan dihadapi daerah dalam tahun-tahun mendatang, dan mengajak gereja untuk turut berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui program pelayanan sosial dan pemberdayaan umat.
“Keadaan daerah menuntut kita untuk membangun ketangguhan ekonomi masyarakat. Gereja harus hadir menjawab tantangan itu, bekerja bersama pemerintah dan legislatif untuk memastikan Maluku tetap stabil, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi,” tambahnya.
Pendeta Elifas menutup sambutannya dengan doa dan ucapan berkat bagi seluruh pimpinan dan anggota DPRD, serta bagi keberlangsungan tugas pelayanan gereja dan pembangunan daerah ke depan.
Acara Jamuan Kasih ini bukan sekadar pertemuan sosial, tetapi juga menjadi simbol penguatan hubungan spiritual dan kelembagaan antara Sinode GPM dan DPRD Provinsi Maluku. Keduanya berperan penting dalam membangun peradaban masyarakat Maluku yang religius, inklusif, dan berkeadilan sosial.
Melalui pertemuan tersebut, baik gereja maupun lembaga legislatif menegaskan komitmen untuk saling mendukung dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan moral di tengah masyarakat.
Jamuan kasih ini juga menandai semangat baru untuk menghidupkan nilai-nilai pelayanan, persaudaraan, dan pengabdian lintas sektor antara iman dan tugas negara.
Dengan berlangsungnya jamuan kasih ini, Sinode GPM dan DPRD Provinsi Maluku menunjukkan bahwa kerja sama lintas lembaga berbasis iman dapat menjadi landasan kuat dalam membangun daerah. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang kompleks, kebersamaan ini menjadi wujud nyata dari pelayanan kasih yang menembus batas-batas institusional, menuju Maluku yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (BM31-JP)







