BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Menteri Pendidikan Tinggi Kunjungi Universitas Pattimura, Dorong Kolaborasi Riset dan Inovasi di Maluku

Kunjungan Menteri Pendidikan Tinggi ke Unpatti menandai langkah strategis memperkuat riset dan kemitraan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) menerima kunjungan resmi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto pada Rabu (22/10/2025) di ruang Rapat Rektor Unpatti, Ambon.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Staf Khusus Menteri, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, serta para pejabat pendidikan daerah.

Agenda utama kunjungan ialah memberikan apresiasi kepada para dosen inspiratif di seluruh Indonesia serta memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam mendorong inovasi dan riset berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Brian Yuliarto menegaskan pentingnya peran universitas sebagai pusat riset yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang melibatkan pemerintah dan sektor swasta.

“Perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam mendorong kemajuan bangsa, terutama melalui penelitian dan pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan daerah,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

“Kami mendorong agar setiap tugas akhir, tesis, dan disertasi mahasiswa diarahkan untuk menjawab tantangan lokal agar hasil riset benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” lanjutnya.

Kebijakan tersebut, tambahnya, merupakan bagian dari program “Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Berdampak”, yang menekankan kolaborasi nyata antara universitas, industri, dan pemerintah daerah dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy menyambut baik kunjungan Menteri dan menegaskan komitmen kampus untuk menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

“Kehadiran Menteri merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Maluku,” kata Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy.

“Kami terus membangun semangat kolaborasi dan kemajuan bersama melalui riset, inovasi, dan program akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengumumkan rencana pembukaan Sekolah Vokasi Kemaritiman serta Program Pendidikan Dokter Spesialis di bidang Bedah, Penyakit Dalam, dan Obstetri-Ginekologi. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan kemaritiman, yang menjadi sektor strategis di Maluku.

Selain itu, Unpatti tengah mengembangkan Marine Station Hila, fasilitas riset kelautan yang dilengkapi laboratorium, pelabuhan kecil, dan pusat pembelajaran terpadu. Proyek ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Bappenas melalui program RSTI dan Center of Excellence, sebagai langkah strategis menjadikan Unpatti universitas riset unggulan di kawasan timur.

Dalam acara tersebut, dua dosen inspiratif menerima penghargaan langsung dari Menteri, yaitu Inta P. N. Damanik (Unpatti) dan Griennasty Clawdya Siahaya (Universitas Kristen Indonesia Maluku).

Keduanya dinilai berkontribusi nyata dalam riset dan pengabdian yang berdampak pada masyarakat. Turut hadir pula Imam Santoso (ITB) yang berbagi pengalaman sebagai dosen dan kreator konten edukatif nasional.

Usai acara, Menteri bersama rombongan mengunjungi Rumah Produksi Kelompok Usaha ARIKA Ama Ori Passo, yang didampingi oleh Tim PKM Bima Kemdiktisaintek-Unpatti untuk melihat proses produksi hasil hidroponik dan produk turunannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Politeknik Negeri Ambon dan Pujasera Unpatti sebagai bagian dari agenda sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

Kunjungan Menteri Brian Yuliarto ke Unpatti tidak sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk memperkuat arah kebijakan pendidikan tinggi berbasis riset dan kolaborasi daerah.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah pusat, daerah, hingga akademisi menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan kawasan timur Indonesia sebagai poros baru riset dan inovasi nasional. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !