Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM harus menjadi prioritas, termasuk melalui program pertukaran antar institusi pendidikan dan kesehatan.
“Melalui konferensi ini, saya berharap dapat meningkatkan keahlian Sumber Daya Manusia yang ada, dengan mendorong program pertukaran untuk meningkatkan kemampuan SDM,” kata Lewerissa.
Sebagai pemimpin baru di Provinsi Maluku, Lewerissa menegaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan merupakan dua fokus utama dalam masa kepemimpinannya.
“Hari ini hampir 3 bulan saya menjabat sebagai Gubernur Maluku, dan dalam program prioritas saya, pelayanan kesehatan dan sektor pendidikan menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan kondisi geografis masih menjadi tantangan besar dalam implementasi kebijakan kesehatan di Maluku.
“Ini tidak mudah bagi kita untuk mendorong sektor pelayanan kesehatan di Maluku, namun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Lewerissa juga rutin melakukan kunjungan ke rumah sakit di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi untuk menyerap langsung permasalahan yang ada.
“Kami mengambil langkah untuk mengunjungi rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi, berbicara dengan para dokter, mempelajari permasalahannya, dan membuat rencana program untuk memecahkan berbagai permasalahan tersebut,” tandasnya.
Dengan adanya The 2nd International Conference on Health and Medicine 2025, Universitas Pattimura menunjukkan bahwa peran institusi akademik sangat vital dalam menjembatani kebijakan, inovasi, dan pelayanan kesehatan yang inklusif, terutama bagi wilayah-wilayah tertinggal di Provinsi Kepulauan seperti Maluku. (BM31-JP)





