BM31News
BM31News

BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Transparansi dan Inklusi Pasar Modal

CMSE 2026 menghadirkan 88 stan pameran dan lima UMKM binaan IDX Incubator, sekaligus menjadi momentum penguatan transparansi dan inklusi pasar modal.

Jakarta, | PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5-7 November 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperluas literasi investasi, memperkuat inklusi keuangan, sekaligus mendorong peningkatan transparansi, likuiditas, dan efektivitas pengawasan pasar modal Indonesia.

Pembukaan CMSE 2026 berlangsung pada Kamis (5/11/2026), dirangkaikan dengan pemberian Penghargaan Galeri Investasi BEI 2026. Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan tahunan tersebut menghadirkan berbagai agenda, mulai dari seremoni, seminar, penghargaan, diskusi edukatif, hingga pameran produk dan layanan pasar modal.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam sambutannya mengatakan, CMSE merupakan wadah strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pasar modal sekaligus mempertemukan berbagai pemangku kepentingan industri investasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada investor yang telah aktif bertransaksi, tetapi juga masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh mekanisme dan peluang investasi di pasar modal.

“CMSE ini adalah kegiatan rutin tahunan kita sebagai ajang bagi kita untuk berbagi literasi, mengikuti diskusi dengan para narasumber dan juga interaksi antar investor maupun calon investor,” kata Jeffrey Hendrik dalam sambutannya.

Jeffrey mengungkapkan, perkembangan pasar modal Indonesia masih menunjukkan sejumlah indikator positif. Ia menyebutkan, kinerja fundamental perusahaan tercatat masih baik, nilai transaksi harian tumbuh di atas 10 persen, sedangkan jumlah investor meningkat lebih dari 50 persen.

Namun, di tengah perkembangan tersebut, pasar modal Indonesia juga menghadapi tantangan terkait transparansi, kredibilitas, dan tata kelola. Perhatian dari penyedia indeks global terhadap aspek-aspek tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pelaku industri.

Jeffrey menegaskan, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan OJK berkomitmen memperkuat kualitas pasar modal melalui tiga agenda utama, yakni peningkatan transparansi, pendalaman likuiditas, serta penguatan efektivitas pengawasan perdagangan.

Pada aspek transparansi, BEI telah melakukan pengungkapan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen serta penyediaan data investor yang lebih terperinci. Langkah tersebut akan terus dikembangkan guna meningkatkan keterbukaan informasi dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Sementara itu, dari sisi likuiditas, BEI mendorong pendalaman pasar melalui penguatan sisi permintaan dan penawaran. Upaya tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki mekanisme pembentukan harga (price discovery) dan meningkatkan aktivitas perdagangan di bursa.

Di bidang pengawasan, Jeffrey menyampaikan komitmen BEI untuk memperkuat pemantauan transaksi melalui penerapan sistem real-time flagging. Sistem tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi secara lebih cepat indikasi pelanggaran dalam aktivitas perdagangan saham sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bursa Efek Indonesia bersama dengan SRO dan OJK tentu sangat serius untuk meningkatkan transparansi, meningkatkan likuiditas, dan juga meningkatkan efektivitas dari pengawasan,” ujar Jeffrey.

Lebih lanjut, Jeffrey menilai CMSE 2026 menjadi kesempatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan menghadapi dinamika industri pasar modal. Ia mengingatkan bahwa tantangan merupakan bagian dari perjalanan pasar modal dan membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga serta mengembangkan industri tersebut.

Selama tiga hari pelaksanaan, CMSE 2026 menghadirkan 88 stan pameran yang melibatkan berbagai pelaku industri, termasuk Anggota Bursa, Manajer Investasi, dan perusahaan tercatat. Selain itu, BEI turut melibatkan lima UMKM binaan IDX Incubator untuk memperkenalkan produk dan potensi usaha mereka kepada masyarakat.

Pelibatan UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar modal agar tidak hanya dinikmati oleh kalangan investor dan pelaku industri keuangan, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi sektor usaha kecil dan menengah.

Melalui CMSE 2026, BEI bersama KPEI, KSEI, dan OJK berharap peningkatan literasi, keterbukaan informasi, serta akses terhadap layanan pasar modal dapat memperkuat kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk membangun pasar modal Indonesia yang lebih transparan, likuid, kredibel, dan inklusif.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !