BM31News
BM31News

ICESAS 2026 Unpatti Perkuat Kolaborasi Riset Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan

Konferensi internasional yang menjadi puncak Dies Natalis ke-22 Program Pascasarjana Unpatti ini diikuti 137 peserta dan melibatkan delegasi dari delapan negara.

Ambon, | Program Pascasarjana Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar The 2nd International Conference on Environmental Science and Sustainability (ICESAS) 2026 di The Natsepa Resort, Rabu (28/10/2026). Konferensi internasional ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi riset lintas negara sekaligus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah kepulauan.

Kegiatan yang mengusung tema “Innovative and Collaborative Approaches to Optimizing Marine, Agricultural and Archipelagic Resources for Sustainable National Development” tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Konferensi ini juga menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-22 Program Pascasarjana Unpatti.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui pendekatan ilmiah. Menurutnya, pengembangan sektor kelautan, pertanian, dan ekosistem pesisir membutuhkan dukungan penelitian yang kuat, inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, serta kemitraan antarpemangku kepentingan.

Ia berharap konferensi tersebut tidak sekadar menjadi forum pertukaran gagasan akademik, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan dalam pembangunan Maluku. Hasil penelitian perguruan tinggi, lanjutnya, perlu diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan tindakan nyata yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Program Pascasarjana Unpatti, Richard B. Luhulima menjelaskan bahwa ICESAS 2026 merupakan forum ilmiah untuk membangun jejaring akademik, memperluas pertukaran pengetahuan, serta merumuskan solusi terhadap persoalan lingkungan dan tantangan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Richard, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan menyimpan peluang besar bagi pengembangan sektor kelautan, pertanian, dan sumber daya pesisir. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan dukungan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta kerja sama lintas disiplin dan lintas negara.

“Menjawab tantangan tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan sumber daya alam dan teknologi. Dibutuhkan inovasi, pemikiran yang bertanggung jawab, serta kolaborasi internasional yang kuat,” ungkap Richard.

Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim, kerentanan ekosistem, ketahanan pangan, hingga keterbatasan penguasaan teknologi membutuhkan penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Karena itu, keberhasilan penelitian tidak semestinya hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari kontribusinya terhadap inovasi, rekomendasi kebijakan, dan penerapan solusi yang bermanfaat.

Konferensi internasional tersebut menghadirkan enam pembicara utama dari Indonesia dan sejumlah negara. Mereka adalah Wilma Latuny dari Universitas Pattimura, Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University, Australia, Koichi Murata dari Nihon University, Jepang, Saon Banerjee dari Bidhan Chandra Krishi Viswavidyalaya, India, Peter Starausz dari Corvinus University of Budapest, Hungaria, serta Aditya Wibawa Sakti dari Waseda University, Jepang.

Kehadiran para akademisi tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman dan hasil penelitian dari berbagai bidang keilmuan. Pembahasan konferensi diarahkan pada pengelolaan sumber daya alam, pengembangan pertanian, perlindungan lingkungan, serta strategi pembangunan berkelanjutan yang relevan dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Dari sisi partisipasi, ICESAS 2026 diikuti 137 peserta, terdiri atas 81 peserta daring dan 56 peserta luring. Kegiatan ini juga melibatkan delegasi dari delapan negara, yakni Filipina, Irak, Jepang, Malaysia, India, Timor-Leste, Australia, dan Hungaria. Keterlibatan peserta internasional tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring akademik dan membangun kemitraan penelitian lintas negara.

Salah satu agenda penting dalam konferensi ini adalah penandatanganan Implementation Agreement oleh 15 ketua program studi di lingkungan Program Pascasarjana Unpatti bersama dua mitra internasional, yakni Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University, Australia, dan Koichi Murata dari Nihon University, Jepang.

Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui penelitian bersama, peningkatan publikasi ilmiah internasional, pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi masyarakat, serta kerja sama pendidikan dan pelestarian lingkungan. Implementasi kerja sama ini diharapkan ditindaklanjuti melalui program terukur yang memberikan manfaat bagi institusi, peneliti, mahasiswa, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia, Christina Sososutiksno menyampaikan bahwa ICESAS 2026 merupakan puncak rangkaian peringatan Dies Natalis ke-22 Program Pascasarjana Unpatti yang telah berlangsung sejak Juli 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pasca Green Campus, syukuran Program Pascasarjana, kuliah tamu bersama pakar asal Jepang Shinsuke Fujiwara serta Expo Riset Inovasi yang berlangsung sejak awal pencanangan hingga 28 Oktober 2026. Seluruh agenda tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang produktif sekaligus memperkenalkan hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika.

Melalui penyelenggaraan The 2nd ICESAS 2026, Program Pascasarjana Unpatti menegaskan komitmennya memperluas kolaborasi internasional dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan. Tantangan selanjutnya adalah memastikan gagasan, hasil penelitian, dan kesepakatan kerja sama yang dihasilkan dalam konferensi tersebut dapat diwujudkan menjadi program nyata bagi pembangunan Maluku dan Indonesia yang berkelanjutan.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.