BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

FISIP Unpatti Bedah Buku tentang Identitas Nusantara Maritim

Bedah buku karya Prof. Aholiab Watloly menjadi ruang akademik membahas laut, pulau, budaya, dan identitas Indonesia.

Ambon, | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura menggelar bedah buku Nusantara: Negeri Laut Bertabur Pulau-Pulau karya Aholiab Watloly, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 FISIP Unpatti itu menjadi ruang akademik untuk membahas identitas Nusantara sebagai peradaban kepulauan dengan laut sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Buku tersebut mengangkat Nusantara bukan semata-mata sebagai gugusan pulau, tetapi sebagai ruang kehidupan yang terhubung melalui laut. Karya itu membahas relasi manusia, alam, budaya, dan kearifan lokal dalam membentuk identitas Indonesia sebagai bangsa maritim.

Ketua Laboratorium Sosiologi FISIP Unpatti, Rais R. Haulussy menilai buku tersebut lahir dari proses pemikiran yang panjang dengan dukungan data dan fakta mengenai karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dan maritim. Menurutnya, substansi buku memiliki relevansi akademik dalam memperkuat pemahaman tentang identitas kemaritiman Indonesia.

Selain aspek akademik, Haulussy juga memberikan perhatian terhadap kekayaan sastra yang terdapat dalam karya tersebut. Unsur tersebut dinilai dapat memperluas perspektif pembaca dalam memahami hubungan antara laut, pulau, masyarakat, serta kebudayaan yang membentuk wajah Nusantara.

Dekan FISIP Universitas Pattimura, Wahab Tuanaya membuka kegiatan secara resmi sekaligus mengapresiasi produktivitas Watloly dalam menghasilkan berbagai karya buku. Produktivitas tersebut dipandang sebagai bagian dari komitmen akademisi dalam mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan melalui karya ilmiah.

Wahab juga menekankan pentingnya menjadikan bedah buku sebagai bagian dari tradisi akademik di lingkungan FISIP Unpatti. Forum semacam itu dinilai dapat menjadi ruang pertukaran gagasan, pengujian pemikiran, sekaligus mempertemukan perspektif dosen, guru besar, dan mahasiswa dalam membahas karya ilmiah.

FISIP Unpatti selanjutnya berencana mengembangkan kegiatan bedah buku karya dosen dan akademisi sebagai agenda fakultas yang berlangsung secara berkelanjutan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya akademik sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi karya intelektual sivitas akademika untuk didiskusikan secara terbuka.

Setelah pembukaan, Aholiab Watloly memaparkan gagasan utama dalam buku yang ditulisnya. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku bersama Tony D. Pariela dan Ignacius Samson Sudirman Refo sebagai pembahas.

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan fakultas, anggota Senat, guru besar, dosen, dan mahasiswa FISIP Universitas Pattimura. Kehadiran berbagai unsur akademik menunjukkan bahwa isu kemaritiman tidak hanya berkaitan dengan identitas geografis Indonesia, tetapi juga menyentuh aspek sosial, budaya, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat kepulauan.

Dalam konteks Maluku yang memiliki karakter geografis kepulauan, pembahasan mengenai Nusantara sebagai peradaban maritim memiliki relevansi khusus. Bedah buku ini sekaligus memperlihatkan pentingnya perguruan tinggi menghadirkan ruang diskusi yang menghubungkan pemikiran akademik dengan realitas sosial dan kebudayaan masyarakat kepulauan.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.
BM31News