BM31News
BM31News

FKIP Unpatti Dorong Green Moluccas Gunakan Teknologi AR

Teknologi AR dan LMS diterapkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis kearifan lokal bagi siswa Sekolah Alam Green Moluccas.

Ambon, | Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura mendorong transformasi pembelajaran di komunitas Green Moluccas melalui pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Learning Management System (LMS). Program bertajuk “Digitalisasi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal pada Komunitas Pengajar Green Moluccas melalui Pengembangan Media Augmented Reality berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 di Kota Ambon, dengan sasaran utama guru relawan Sekolah Alam dan siswa dari kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa FKIP Universitas Pattimura. Tim dipimpin Dr. Christi Matitaputty, S.Pd., M.Pd., bersama Jusak Patty, S.Pd., M.Pd., Izak Jacobis Makulua, S.Pd., M.Pd., Andin Magfirah Salampessy, Maria Makaria Rumlus, Jehezkiel Samuel Lampung, Clarisa Fransina Watloly, dan Florentine Gratia Pattiasina.

BM31News

Dosen FKIP Unpatti dan Guru Relawan Foto Bersama Setelah Kegiatan Workshop dan Pelatihan Pembuatan AR dan LMS. Foto: Tim PkM

Christi menjelaskan, program tersebut lahir dari kebutuhan untuk memperkuat kapasitas guru relawan Green Moluccas dalam menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran. Para guru tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan AR, tetapi juga diarahkan mengintegrasikan teknologi dengan materi berbasis kearifan lokal.

“Program ini diinisiasi untuk mendorong modernisasi sistem pembelajaran komunitas Green Moluccas agar berbasis teknologi terintegrasi,” kata Ketua Tim PkM, Christi Matitaputty.

Sekolah Alam Green Moluccas memiliki karakteristik berbeda dari sekolah formal pada umumnya. Para guru yang terlibat merupakan relawan yang memberikan pembelajaran berbasis alam kepada anak pemulung dan anak-anak dari keluarga yang termarjinalkan.

Kondisi tersebut membuat digitalisasi pembelajaran dinilai memiliki arti strategis. Teknologi AR memungkinkan siswa tetap mempelajari alam dan kebudayaan lokal, sekaligus mengenal teknologi digital yang berkembang pesat.

“Karena siswa pada Sekolah Alam di bawah naungan Green Moluccas adalah anak pemulung dan anak dari keluarga yang termarjinalkan, pembelajaran berbasis teknologi ini memberi manfaat yang besar bagi anak-anak ini,” ujar Christi.

Pelaksanaan program dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama berlangsung pada 5-6 Juni dan 10 Juli 2026 melalui workshop penggunaan AR serta LMS Edukati bagi guru relawan Sekolah Alam di Kantor Green Moluccas, BTN Passo Indah, Blok B No. 22, RT 044/RW 009, Baguala.

BM31News

Dosen FKIP Unpatti bersama Tim, Guru Relawan dan Siswa Sekolah Alam yang Berdomisili Di Desa Passo. Foto: Tim PkM

Tahap kedua berupa pendampingan intensif pada 18 Juli-8 Agustus 2026. Dalam tahap ini, guru relawan didampingi menyusun perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan AR dan LMS.

Tahap ketiga memasuki implementasi pembelajaran pada 18-19 Agustus 2026. Pembelajaran menggunakan AR yang terintegrasi dengan LMS Komunitas Green Moluccas diterapkan kepada siswa Sekolah Alam yang berdomisili di lokasi Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST), Dusun Ama Ory (Benteng Karang), dan Desa Passo.

Program tersebut sekaligus merespons sejumlah kendala yang dihadapi Green Moluccas, mulai dari keterbatasan pemahaman guru relawan terhadap AR, jaringan internet yang belum stabil, keterbatasan perangkat digital untuk operasional komunitas, hingga minimnya sarana mandiri untuk membuat desain 3D AR secara profesional.

“Solusi yang diberikan Fakultas, para dosen, dan mahasiswa adalah pengembangan infrastruktur internet dan jaringan, digitalisasi operasional dan administrasi, penyediaan desain 3D AR profesional, serta pelatihan Augmented Reality,” kata Christi.

Tim PkM berharap pelatihan, pendampingan, penguatan konektivitas, pengadaan perangkat komputasi dan operasional mobile elektronik, serta dukungan pembuatan konten 3D AR dapat memperkuat keberlanjutan pembelajaran di Green Moluccas. Program tersebut juga diarahkan agar guru relawan mampu mempertahankan pendekatan pembelajaran berbasis alam dan kearifan lokal tanpa tertinggal dari perkembangan teknologi pendidikan.(BM31)

📢 Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
⚠️ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.