Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Global Emas Bupolo, perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Maluku, pada Rabu (20/8/2025) di Ruang Kerja Rektor Unpatti. Penandatanganan ini menandai langkah awal kerja sama strategis dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengembangan riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat terkait pengelolaan sumber daya alam di Maluku.
Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa MoU ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah diskusi yang sebelumnya dilakukan kedua pihak. Fokus kerja sama diarahkan pada penyusunan dokumen strategis, rekrutmen, serta kajian akademis terkait potensi sumber daya alam di Maluku.
“Kerja sama ini memberikan dasar hukum yang jelas serta tanggung jawab yang lebih terukur ke depan. Kami berharap keterlibatan Unpatti dapat menjadi jaminan agar pemanfaatan sumber daya lingkungan dilakukan secara baik dan berkelanjutan,” kata Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy.
Selain itu, Leiwakabessy menyinggung pengalaman Unpatti sebelumnya yang telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, pola kolaborasi tersebut penting untuk diterapkan kembali bersama PT Global Emas Bupolo, mengingat eksploitasi sumber daya alam seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas ekologi manusia.
“Melalui MoU ini, kami berharap potensi yang dimiliki Maluku dapat dijaga dengan baik serta dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Global Emas Bupolo, Mansur Lataka, menekankan pentingnya peran Unpatti dalam memastikan praktik pertambangan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia menyatakan bahwa pihaknya memberikan ruang bagi perguruan tinggi tersebut untuk terlibat langsung dalam proses pengawasan maupun bimbingan teknis.
“Universitas Pattimura memiliki kapasitas akademis untuk memberikan bimbingan serta mengawasi jalannya pemanfaatan sumber daya alam. Dengan begitu, kegiatan operasional kami dapat berjalan sesuai aturan dan prinsip keberlanjutan,” kata Direktur Utama PT Global Emas Bupolo, Mansur Lataka.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, bersama Mansur Lataka dan disaksikan oleh jajaran pimpinan universitas. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kedua pihak dalam mengawal kolaborasi strategis ini.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam mempertemukan dunia akademik dan industri, sekaligus memperkuat sinergi antara penelitian ilmiah dengan praktik lapangan di sektor pertambangan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (BM31)




