BM31News
BM31News
BM31News

Tawuran Pelajar di Ambon Berujung Maut, GAMKI Maluku Ingatkan Peran Orang Tua dan Guru

Tawuran pelajar di Ambon menelan korban jiwa dan memicu bentrokan luas, GAMKI Maluku menyerukan sinergi orang tua, guru, dan aparat hukum untuk mencegah tragedi berulang.

Ambon, | Insiden tawuran antar pelajar mengguncang Kota Ambon pada Selasa (19/8/2025), tepat di hari peringatan HUT ke-80 Provinsi Maluku. Aksi anarkis di kawasan Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, berujung tragis dengan tewasnya seorang pelajar asal Hitu dan meluas menjadi bentrokan yang memicu pembakaran rumah warga. Aparat keamanan telah menurunkan personel gabungan untuk mengendalikan situasi, namun ketegangan masih menyisakan trauma bagi masyarakat setempat.

Sekretaris DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku, Fransina Latumahina, mengecam keras peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian itu bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan masalah serius yang mengancam masa depan generasi muda Ambon.

“Kami sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa generasi muda hari ini. Ini adalah tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi di kalangan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa,” kata Sekretaris DPD GAMKI Maluku, Fransina Latumahina dalam keterangan persnya yang diterima Media BM31News.

Menurut Latumahina, tawuran pelajar adalah persoalan kompleks yang membutuhkan pendekatan menyeluruh. Ia menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, guru, dan aparat penegak hukum untuk mencegah peristiwa serupa.

“Akar permasalahan ini harus diselesaikan secara komprehensif, bukan hanya dengan penindakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan karakter, pembinaan rohani, serta pengawasan yang intensif dari orang tua dan guru,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Latumahina menguraikan bahwa keluarga dan sekolah memegang peran fundamental dalam membentuk karakter siswa. Ia menekankan bahwa komunikasi terbuka antara orang tua dan anak merupakan kunci dalam mencegah anak terjerumus pada pergaulan negatif. Selain itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan aman serta memperkuat pengawasan terhadap potensi konflik antar siswa.

Latumahina juga menyoroti pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana penyaluran energi positif siswa. Menurutnya, keterlibatan aktif dalam kegiatan olahraga, seni, musik, atau organisasi sosial dapat membentuk solidaritas sehat sekaligus menjauhkan siswa dari kekerasan.

DPD GAMKI Maluku menegaskan dukungan penuh terhadap upaya aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus ini. Organisasi tersebut meminta kepolisian menindak tegas para pelaku sesuai hukum, sekaligus mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami meminta seluruh elemen masyarakat menjaga Ambon sebagai kota damai. Jangan biarkan insiden ini memecah belah persatuan dan persaudaraan kita,” tegas Latumahina.

Tragedi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama mencari solusi nyata dalam menangani maraknya kekerasan pelajar. Jika tidak segera ditangani secara komprehensif, peristiwa serupa dikhawatirkan akan terus berulang dan meninggalkan luka sosial berkepanjangan di Maluku. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !