BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Raker FKIP Unpatti 2026 Dorong Percepatan Akreditasi Unggul Berbasis IKU dan Penguatan SDM Dosen

Rapat kerja FKIP Unpatti menargetkan 20 persen prodi meraih akreditasi unggul melalui strategi terintegrasi berbasis kinerja.

Ambon, | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 di Manise Hotel sebagai langkah strategis mempercepat pencapaian akreditasi unggul melalui sinkronisasi program berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) serta penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan difokuskan pada evaluasi program 2025-2026 serta perumusan arah kebijakan akademik hingga 2027.

Raker ini tidak sekadar agenda tahunan, melainkan menjadi instrumen konsolidasi kebijakan akademik yang diarahkan untuk menjawab tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi. FKIP menempatkan akreditasi unggul sebagai target prioritas, dengan fokus pada sejumlah program studi strategis seperti pendidikan sejarah, matematika, fisika, kimia, dan geografi.

“Tidak sebatas itu saja, dalam raker ini juga dilakukan sinkronisasi terhadap program tahun berjalan yang merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya. Sebagai institusi akademik, kita tetap mengacu pada marwah perguruan tinggi yang bersumber pada pelaksanaan Tri Dharma,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Male.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa arah kebijakan fakultas tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan turunan langsung dari visi universitas yang terintegrasi melalui IKU, Rencana Strategis (Renstra), serta kontrak kinerja antara rektor dan dekan. Dalam konteks ini, sinkronisasi program menjadi krusial untuk memastikan setiap kegiatan akademik memiliki kontribusi terukur terhadap capaian institusi.

Dari sisi implementasi, FKIP menempatkan peningkatan kualitas dosen sebagai fondasi utama percepatan akreditasi. Upaya ini dilakukan melalui dorongan pendidikan lanjut jenjang doktoral serta penguatan kapasitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Strategi tersebut dinilai penting karena akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh produktivitas riset dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Keunggulan institusi pendidikan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh aspek pembelajaran, melainkan juga oleh kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Dekan FKIP, Izaak Wenno.

FKIP menargetkan sekitar 20 persen program studi mampu meraih akreditasi unggul dalam periode berjalan. Target ini menjadi indikator konkret yang mencerminkan tekanan kinerja sekaligus komitmen institusi dalam meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional.

Selain perumusan program, Raker juga menjadi forum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan akademik sebelumnya. Evaluasi ini mencakup efektivitas kurikulum, capaian pembelajaran, serta kinerja unit akademik di tingkat program studi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun strategi yang lebih adaptif dan terukur ke depan.

Ketua panitia menyampaikan bahwa Raker dirancang untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya normatif, tetapi operasional dan implementatif. Fokusnya adalah memastikan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program dalam satu kerangka yang selaras dengan kebijakan universitas.

Secara struktural, Raker FKIP 2026 memperlihatkan adanya pergeseran paradigma dari sekadar perencanaan administratif menuju pendekatan berbasis kinerja dan output. Hal ini tercermin dari penekanan pada IKU sebagai acuan utama serta orientasi pada hasil nyata seperti peningkatan akreditasi dan kualitas lulusan.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini menjadi bagian dari upaya Universitas Pattimura memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang kompetitif, khususnya di kawasan timur Indonesia. Percepatan akreditasi unggul tidak hanya berdampak pada reputasi institusi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dalam mengakses dunia kerja dan jejaring akademik yang lebih luas.

Dengan demikian, Raker FKIP 2026 tidak hanya menjadi forum internal, tetapi juga momentum strategis untuk memastikan bahwa transformasi akademik berjalan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow