Saparua-Malteng,
| Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) mendorong digitalisasi pembelajaran matematika di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, melalui pelatihan desain media berbasis Augmented Reality (AR). Kegiatan bertajuk Pelatihan Desain Media Augmented Reality Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Digitalisasi Pembelajaran Matematika pada SMP di Kecamatan Saparua itu berlangsung pada 10-11 Juni 2026 di SMP Negeri 16 Maluku Tengah.
Program tersebut menyasar peningkatan kapasitas guru dalam merancang media pembelajaran yang mampu menyajikan konsep matematika secara lebih konkret dan interaktif. Fokus utama pelatihan berada pada pemanfaatan teknologi AR untuk membantu peserta didik memahami materi yang bersifat abstrak, terutama konsep geometri dan hubungan spasial.
SMP Negeri 16 Maluku Tengah menjadi mitra kegiatan karena sekolah tersebut telah mulai memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Namun, pemanfaatannya masih didominasi media digital dasar sehingga potensi teknologi interaktif seperti AR belum digunakan secara optimal.
Melalui pelatihan tersebut, guru diperkenalkan pada konsep dasar AR, manfaatnya dalam pembelajaran matematika, serta sejumlah aplikasi yang dapat digunakan untuk merancang media pembelajaran. Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung dalam membuat dan mengembangkan media AR sesuai kebutuhan pembelajaran.
Pendekatan pelatihan tidak berhenti pada aspek teknologi. Tim PkM juga mengarahkan guru untuk mengintegrasikan kearifan lokal Maluku ke dalam konteks pembelajaran matematika agar materi yang disampaikan lebih dekat dengan lingkungan dan pengalaman peserta didik.
Media yang dirancang diarahkan pada visualisasi objek tiga dimensi yang dapat diakses melalui perangkat digital, khususnya smartphone. Model tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan konsep geometri secara lebih nyata sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi melalui penjelasan atau gambar dua dimensi.
Kepala SMP Negeri 16 Maluku Tengah, Darwis, S.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi guru dan inovasi pembelajaran di sekolah. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka ruang penerapan teknologi pembelajaran secara lebih luas di lingkungan sekolah.
Ketua Tim PkM, Prof. Dr. W. Mataheru, S.Pd., M.Pd., bersama Kepala SMP Negeri 16 Maluku Tengah, Darwis, S.Pd., dalam pembukaan kegiatan pelatihan dan foto bersama dewan guru serta Tim PkM. (Dok. Tim PkM)
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, praktik perancangan media, penerapan teknologi, pendampingan hingga evaluasi. Tim PkM memberikan umpan balik selama proses pengembangan untuk membantu guru mengatasi kendala teknis sekaligus menyesuaikan media dengan tujuan pembelajaran matematika.
Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi reflektif, dokumentasi hasil media pembelajaran, serta angket respons guru. Pendekatan tersebut digunakan untuk melihat proses pelatihan sekaligus memperoleh gambaran mengenai kemampuan dan pengalaman peserta dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis AR.
Ketua Tim PkM, Prof. Dr. Wilmintjie Mataheru, M.Pd., bersama anggota Eunike Ester Mataheru, S.Pd., M.Pd., Neneng Anastasyia, M.Pd., dan Nawwir Junari, S.Kom., M.Kom., melaksanakan kegiatan tersebut dengan dukungan tiga mahasiswa, yakni Andarias F Siahay, Watsiaar Reitiwla, dan Yulianti Pattiasina. Keterlibatan mahasiswa turut memberikan pengalaman praktis dalam pendampingan teknologi pembelajaran dan pelaksanaan pengabdian di sekolah.
Program ini diarahkan agar tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Guru didorong menerapkan media AR yang telah dirancang secara bertahap serta membagikan praktik baik kepada guru lainnya, sehingga pemanfaatan teknologi dapat berkembang menjadi bagian dari proses pembelajaran matematika di sekolah.
Penggabungan teknologi Augmented Reality dengan kearifan lokal Maluku diharapkan dapat memperkaya praktik pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan pengalaman peserta didik. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas guru sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika di wilayah kepulauan.
Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura melalui Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat (PBM), Program Dosen Mengabdi (DMD) Tahun Anggaran 2026. Tim PkM menyampaikan apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.(BM31)









