Ambon,
| DPW Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Maluku bersama DPD IKM Kota Ambon dan Bundo Kanduang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Pelataran Panggung BTN Kebun Cengkeh, Negeri Batumerah, Sabtu (13/9/2025). Acara yang dihadiri sekitar 200 undangan tersebut berlangsung khidmat meski diguyur hujan, mencerminkan komitmen kuat masyarakat Minang di perantauan dalam merayakan hari lahir Nabi sekaligus mempererat ikatan sosial di tengah keberagaman Maluku.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Hamdun yang menciptakan suasana hening dan penuh kekhusyukan. Momentum ini kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPW IKM Provinsi Maluku, Arman Anwar, yang menegaskan nilai universal masyarakat Minang dalam beradaptasi di tanah rantau.
“Orang Minang di mana pun merantau pasti dapat diterima oleh masyarakat setempat. Pepatah kami, ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,’ mengajarkan bahwa setiap perantau harus menghormati adat dan budaya lokal,” kata Arman Anwar.
Ia menambahkan bahwa falsafah hidup Minangkabau yang berlandaskan ajaran Islam senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah adalah fondasi hidup kami. Al-Qur’an mengajarkan untuk saling mengenal dan mengasihi tanpa memandang ras atau agama, sebagaimana teladan Nabi Muhammad SAW. Itulah yang menjadi dasar tema acara ini: Meneladani Rasulullah Muhammad SAW dalam Membangun Karakter Akhlakul Karimah,” ujar Arman Anwar.
Upaya Pencegahan Konflik Sosial
Di tengah dinamika Maluku yang kerap menghadapi potensi konflik sosial, IKM Maluku memandang peringatan Maulid Nabi sebagai wadah strategis untuk memperkuat persaudaraan lintas etnis dan agama. Kehadiran tokoh agama, masyarakat lokal, serta undangan dari berbagai latar belakang dalam acara ini merupakan langkah nyata mencegah gesekan sosial melalui dialog dan kebersamaan.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi IKM dengan menghadirkan masyarakat BTN Kebun Cengkeh yang multi etnis. Kehadiran mereka di sini bukan hanya untuk merayakan hari besar Islam, tetapi juga untuk memperkuat ikatan persaudaraan antarwarga, yang sangat penting bagi kedamaian di Ambon,” kata tokoh masyarakat BTN Kebun Cengkeh, Jusnedi Rasyid.
Hikmah Maulid: Meneladani Akhlak Rasulullah
Ceramah agama yang disampaikan Ustad Imam Musonef menegaskan pentingnya meneladani kepemimpinan, kasih sayang, dan toleransi Rasulullah Muhammad SAW sebagai fondasi membangun karakter umat. Menurutnya, peringatan Maulid bukan sekadar seremoni, tetapi refleksi nilai untuk menjaga keharmonisan hidup di tengah keberagaman masyarakat Ambon.
Acara ditutup dengan zikir, salawat, serta pembacaan barjanji oleh Bundo Kanduang IKM Kota Ambon. Lantunan penuh tawadhu itu meninggalkan kesan damai dan mendalam bagi seluruh hadirin, sekaligus memperkuat pesan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi ruang bersama untuk mempererat persaudaraan di Maluku. (BM31)









