BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Rektor Unpatti Terima Kunjungan Kapolda Maluku, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Keamanan dan Kebijakan Publik

Kolaborasi Universitas Pattimura dan Polda Maluku diarahkan pada penguatan riset ilmiah sebagai dasar kebijakan keamanan dan stabilitas sosial.

Ambon, | Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Fredy Leiwakabessy menerima kunjungan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama jajaran pimpinan Polda Maluku pada Jumat (5/12/2025), di ruang kerja Rektor Unpatti. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama strategis antara institusi pendidikan tinggi dan aparat keamanan, khususnya dalam pemanfaatan riset ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan publik dan penguatan stabilitas keamanan di Maluku.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi kerja sama yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang akan diimplementasikan pada tahun mendatang. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas riset universitas guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data, terutama dalam merespons dinamika sosial, ketertiban, dan keamanan masyarakat Maluku.

Rektor Universitas Pattimura menegaskan bahwa berbagai persoalan ketertiban dan keamanan tidak dapat dipahami secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan ilmiah yang komprehensif dan berbasis data empiris. Menurutnya, universitas memiliki peran strategis dalam memetakan akar persoalan sosial melalui penelitian multidisipliner.

“Berbagai isu ketertiban dan keamanan di Maluku hanya dapat dipahami secara utuh apabila kita memiliki data empiris yang memadai. Karena itu, penelitian ilmiah harus menjadi instrumen utama dalam memetakan penyebab dan karakter persoalan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Ia menjelaskan bahwa riset yang dikembangkan perlu meninjau faktor-faktor penentu secara menyeluruh, mulai dari aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, hingga struktur dan dinamika demografis masyarakat. Pengolahan data yang sistematis, lanjutnya, akan membantu universitas dan pemangku kepentingan memahami pola-pola gangguan ketertiban, termasuk faktor pemicu eskalasi konflik pada periode tertentu.

“Data ilmiah yang akurat merupakan fondasi dalam merancang intervensi sosial yang efektif dan berkelanjutan,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Dalam konteks perkembangan teknologi informasi, Rektor juga menyoroti tantangan serius yang muncul akibat masifnya arus informasi di media sosial. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten intimidatif dinilai berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan kohesi masyarakat. Oleh karena itu, Universitas Pattimura didorong untuk melakukan kajian akademik mendalam terkait pola peredaran informasi digital, guna menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pembentukan ruang publik yang sehat dan bertanggung jawab.

Selain isu sosial dan informasi, Rektor turut menekankan pentingnya antisipasi terhadap persoalan administratif dan keuangan, termasuk pencegahan tindak pidana korupsi. Menurutnya, kajian ilmiah yang disertai langkah-langkah preventif harus diperkuat agar tidak menimbulkan beban sosial baru yang dapat menggerus kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan maupun institusi pendidikan.

Mengakhiri sambutannya, Leiwakabessy menyampaikan apresiasi kepada Polda Maluku dan seluruh pihak yang menunjukkan komitmen untuk membangun kolaborasi berkelanjutan dengan Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto menyoroti sejumlah isu sosial yang membutuhkan perhatian bersama, termasuk peningkatan keamanan lingkungan kampus serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang masih terjadi. Ia menegaskan komitmen Polda Maluku untuk bekerja sama dengan pihak universitas dalam merumuskan sistem pengamanan kampus yang lebih efektif dan terintegrasi.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Universitas Pattimura, termasuk dalam pengembangan metode pengamanan kampus dan peningkatan koordinasi dengan satuan pengamanan internal,” kata Kapolda Maluku, Dadang Hartanto.

Kapolda juga membagikan pengalamannya sebagai akademisi dan peneliti, seraya menekankan bahwa praktik kepolisian modern harus bertumpu pada data, analisis rasional, dan pemahaman mendalam terhadap dinamika masyarakat. Pendekatan ilmiah, menurutnya, merupakan kebutuhan mendasar dalam perumusan kebijakan kepolisian yang adaptif dan responsif.

“Praktik kepolisian modern harus berbasis data dan analisis rasional. Tanpa pemahaman ilmiah yang kuat terhadap dinamika masyarakat, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran,” kata Kapolda Maluku, Dadang Hartanto.

Ia menambahkan bahwa Maluku memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun posisi strategis wilayah. Potensi tersebut, lanjutnya, hanya dapat dikelola secara optimal melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan institusi pendidikan. Kerja sama dengan Universitas Pattimura diharapkan membuka ruang riset bersama, pengembangan kebijakan publik berbasis ilmiah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Maluku.

Pertemuan ini menandai komitmen bersama antara Universitas Pattimura dan Polda Maluku untuk membangun sinergi berkelanjutan, dengan riset dan data ilmiah sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan pembangunan daerah. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !