BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

Universitas Pattimura Gelar Workshop Penyusunan Bahan Ajar BIPA Berbasis OBE untuk Dorong Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Unpatti memperkuat program BIPA melalui penyusunan bahan ajar berbasis OBE guna meningkatkan profesionalisme pengajar dan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa asing.

Ambon, | Universitas Pattimura (Unpatti) melaksanakan Workshop Penyusunan Bahan Ajar Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Pusat Studi Bahasa Unpatti, sebagai langkah strategis memperkuat kualitas pembelajaran dan mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di kancah global.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/9/2025) ini menjadi forum penting dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada capaian (learning outcomes), dengan tujuan memastikan pembelajaran bagi mahasiswa asing berlangsung terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan global.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Pieter Kakisina dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan pendekatan OBE sangat penting bagi keberhasilan Program BIPA.

“Laboratorium Bahasa Unpatti kini menjadi bagian dari penyelenggaraan program BIPA bagi mahasiswa asing. Karena itu, perangkat pembelajaran seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS) harus disusun secara matang dan sesuai standar OBE,” kata Kakisina.

Ia menambahkan, penyusunan RPS dan bahan ajar berbasis OBE akan menjadi tolok ukur profesionalisme pengajar BIPA dalam menghadapi mahasiswa asing yang akan datang pada tahun akademik berikutnya.

Dalam arahannya, Kakisina juga menegaskan bahwa Unpatti memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan program BIPA, baik melalui pendanaan operasional Laboratorium Bahasa, penyediaan sumber daya pengajar, maupun fasilitas pendukung, termasuk akomodasi bagi mahasiswa asing.

“Program BIPA bukan hanya instrumen akademik, tetapi juga bagian dari diplomasi kebudayaan dan penguatan posisi Unpatti sebagai pusat studi bahasa di kawasan timur Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Irma Kesaulya Kepala Pusat Studi Bahasa Unpatti, menekankan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme para pengajar.

“Workshop ini penting untuk memperkuat kualitas layanan dan pembelajaran, memastikan seluruh staf pengajar memiliki perangkat ajar berbasis OBE yang sesuai standar, serta meningkatkan profesionalisme dosen dalam menghadapi mahasiswa asing,” kata Irma.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan perangkat ajar yang siap pakai, tetapi juga mendorong peningkatan jumlah peserta program BIPA di masa mendatang, seiring dengan meningkatnya minat pembelajar asing terhadap bahasa dan budaya Indonesia.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Marike Muskita dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) Unpatti, serta Wati Istianti pengajar BIPA berpengalaman dan Direktur lembaga bahasa Universitas Negeri Semarang.

Peserta workshop terdiri dari pengajar BIPA Unpatti, pengajar musik tradisional Maluku, staf Institut Agama Kristen Maluku (IAKM), perwakilan Program Studi Bahasa, serta perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antarlembaga pendidikan untuk memperkuat posisi Unpatti sebagai pusat pengembangan bahasa dan budaya di wilayah timur Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pattimura memperkuat komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan nasional internasionalisasi bahasa Indonesia. Dengan pendekatan OBE, seluruh perangkat pembelajaran diharapkan mampu mencerminkan standar pendidikan global yang mengedepankan hasil, kompetensi, dan relevansi.

Langkah strategis ini menjadi fondasi bagi peningkatan daya saing Unpatti dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan mendukung diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. (BM31


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !