BM31News
BM31News
BM31News

GAMKI Maluku Apresiasi Kinerja Achmad Jais Ely di Sektor Pariwisata dan Ekspor

Kepemimpinan berbasis data dan terobosan menjadi sorotan utama DPD GAMKI Maluku terhadap kinerja Achmad Jais Ely.

Ambon, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Maluku secara resmi menyampaikan apresiasi atas kinerja luar biasa Achmad Jais Ely dalam memimpin dua sektor strategis, yakni Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Plh), meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan tantangan struktural.

Apresiasi ini disampaikan Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw, menyusul keberhasilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku yang dipimpin Achmad Jais Ely menembus lima besar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar di Provinsi Maluku, serta suksesnya ekspor perdana ikan hidup melalui jalur udara dari Ambon ke pasar internasional.

“Achmad Jais Ely adalah contoh nyata birokrat yang tidak hanya bekerja, tetapi memimpin dengan visi, data, dan keberanian mengambil keputusan strategis. Di tengah pemotongan anggaran hingga belasan miliar rupiah, ia tetap mampu membuktikan kinerja,” kata Ketua DPD GAMKI Maluku, Samuel Patra Ritiauw.

Keberhasilan Dinas Pariwisata mencatatkan capaian PAD sebesar Rp342 juta atau 36 persen dari target Rp1,10 miliar hingga pertengahan 2025 menjadi salah satu indikator utama yang mendapat sorotan publik. Apalagi, menurut Achmad Jais Ely, PAD tersebut berasal dari tiga destinasi yang secara langsung berada di bawah kendali provinsi: Monumen Gong Perdamaian Dunia, Pantai Namalatu, dan Liang Hunimua.

“Anggaran operasional kami hanya sekitar Rp1,9 miliar setahun, sementara Rp9,1 miliar lainnya habis untuk belanja pegawai. Tapi kami tetap bekerja maksimal. Kritik itu sehat, tapi harus berdasar data, bukan asumsi,” kata Achmad Jais Ely seperti dikutip dari gemanusantara.net.

Jais juga menekankan pentingnya akurasi dalam menyampaikan informasi ke publik. Ia membantah tudingan bahwa PAD Dinas Pariwisata hanya sekitar Rp300 juta, dengan menyebut klaim tersebut sebagai “komentar keliru yang tidak berdasarkan data.” Pernyataan ini dinilai GAMKI Maluku sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab publik yang patut diteladani.

Selain capaian sektor pariwisata, terobosan lain yang mendapat pujian luas adalah ekspor perdana 607 ekor ikan kerapu hidup dan 0,41 ton kepiting bakau ke Hongkong dan Singapura via jalur udara. Langkah ini dinilai sebagai lompatan penting dalam penguatan rantai distribusi dan efisiensi ekspor Maluku.

“Ini luar biasa. Sebelumnya butuh 22 hari dengan kapal, sekarang hanya sehari lewat udara. Efisiensi ini membuka peluang lebih besar untuk produk kelautan Maluku bersaing di pasar global,” kata Plh. Kepala Disperindag Maluku, Achmad Jais Ely, dalam pelepasan ekspor di Bandara Pattimura pada Rabu (23/7/2025) kemarin.

GAMKI Maluku menilai kolaborasi antara Disperindag, Balai Karantina, Bea Cukai, dan pihak swasta seperti PT. Rajawali Laut Timur sebagai bukti kapasitas koordinatif dan kepemimpinan integratif Achmad Jais Ely yang jarang terlihat di birokrasi daerah.

Menurut Samuel Patra Ritiauw, dua capaian besar ini, baik di sektor pariwisata dan perdagangan merupakan gambaran dari pemimpin yang adaptif dan strategis. Terutama karena dicapai dalam suasana fiskal yang ketat, keterbatasan infrastruktur, serta kompleksitas birokrasi lintas instansi.

“GAMKI melihat bahwa Achmad Jais Ely telah mewujudkan prinsip pelayanan publik yang inovatif dan berorientasi pada hasil nyata. Ia bukan hanya bicara soal target, tapi juga menunjukkan bagaimana strategi, kemitraan, dan efisiensi dijalankan secara konsisten,” tegas Samuel.

Apresiasi tersebut juga menyoroti pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) oleh Dinas Pariwisata untuk membenahi fasilitas destinasi wisata, sebuah langkah cerdas yang dianggap GAMKI sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan anggaran terbatas.

Lebih jauh, GAMKI Maluku melihat langkah ekspor melalui udara sebagai solusi konkret dalam menjawab persoalan panjang rantai distribusi ekspor laut, serta sebagai tonggak baru pembangunan ekonomi berbasis potensi riil daerah yakni pariwisata dan perikanan.

Apresiasi DPD GAMKI Maluku ini menjadi catatan penting dalam dinamika birokrasi daerah yang kerap kali dilanda stagnasi akibat keterbatasan fiskal. Capaian yang ditorehkan Achmad Jais Ely dinilai bukan sekadar pencapaian individual, tetapi menjadi tolok ukur kepemimpinan berbasis kinerja di lingkup Pemprov Maluku. (BM31-JP)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !