“Anak-anak harus belajar meneliti sejak dini. Dari basic research hingga research and development, agar mereka terbentuk menjadi generasi yang kritis dan mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PKM FKIP UNPATTI, Felicia M. Lekatompessy menjelaskan bahwa pelaksanaan PKM tahun ini mengacu pada skema nasional yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
“Pekan Program Kreativitas Mahasiswa ini pada dasarnya berpatokan pada skema PKM secara nasional. Ini merupakan bentuk komitmen dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk terus menumbuhkan kreativitas mahasiswa,” jelas Felicia.
Empat skema utama yang dipilih tahun ini meliputi Riset Eksakta, Riset Sosial Humaniora, Kewirausahaan, dan Artikel Ilmiah, dengan mempertimbangkan relevansi dan kebutuhan khas FKIP UNPATTI.
“Kami memilih empat skema yang paling relevan dengan kebutuhan dan dinamika di FKIP. Ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tapi juga wadah untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi ajang kompetisi nasional, terutama Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS),” ungkapnya.
Dari 78 proposal yang masuk, 9 kelompok finalis ditetapkan, dua di antaranya berasal dari mahasiswa PSDKU MBD. Hal ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam keterlibatan mahasiswa luar kampus utama.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan yang sangat baik untuk mendiseminasikan gagasan dan hasil pemikiran mahasiswa. Kami berharap kegiatan ini menjadi bibit awal yang kuat untuk mereka berkompetisi secara nasional di ajang PIMNAS 2025,” tegas Felicia.
Ia menambahkan bahwa proposal yang belum lolos seleksi akan dibina lebih lanjut melalui program coaching clinic untuk peningkatan kualitas dan peluang re-submisi ke tingkat nasional.
Dengan berakhirnya rangkaian presentasi pada hari ini, FKIP UNPATTI memantapkan langkahnya sebagai institusi yang tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga pemikir muda inovatif yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. (BM31)








