Ambon,
| Kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, ke Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon menjadi momentum penting bagi penguatan kerja sama internasional yang berpotensi membuka akses lebih luas bagi pengembangan pendidikan, riset, dan sumber daya manusia (SDM) Maluku. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja pimpinan Unpatti itu merupakan tindak lanjut agenda Joint Working Group Prancis-Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli di Angers, Prancis.
Kunjungan tersebut diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle, bersama jajaran pimpinan universitas dan International Office. Fokus utama pembahasan adalah memperkuat kemitraan yang telah berjalan sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru antara Unpatti dan berbagai perguruan tinggi di Prancis.
Menurut pihak universitas, hubungan akademik antara Unpatti dan sejumlah institusi pendidikan tinggi di Prancis sebenarnya telah berlangsung, khususnya pada bidang perikanan. Namun, pertemuan kali ini diarahkan untuk memperluas cakupan kolaborasi ke bidang pendidikan tinggi, penelitian, pertukaran akademik, dan peningkatan kapasitas SDM.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan akademik antara Universitas Pattimura dan berbagai institusi pendidikan di Prancis. Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan kapasitas sivitas akademika Universitas Pattimura,” kata Dominggus Malle.
Dalam pertemuan tersebut, Unpatti juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong perguruan tinggi memperkuat kolaborasi global dalam bidang pendidikan, sains, dan teknologi.
Kepala International Office Unpatti, Jhon Latuny, menjelaskan bahwa delegasi universitas dalam waktu dekat dijadwalkan menghadiri pertemuan lanjutan di Prancis. Agenda tersebut akan membahas peluang kerja sama yang lebih konkret, termasuk pengembangan program pendidikan, penelitian bersama, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami akan melanjutkan pembahasan di Prancis untuk melihat peluang kerja sama yang lebih konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat bagi Universitas Pattimura maupun masyarakat Maluku,” kata Jhon Latuny.
Sementara itu, Fabien Penone menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan melihat secara langsung potensi kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Unpatti. Selain kerja sama perikanan yang telah berjalan, diskusi juga mencakup promosi bahasa Prancis, penguatan kegiatan kebudayaan, dan perluasan informasi mengenai peluang studi lanjut di Prancis.
“Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Universitas Pattimura,” kata Fabien Penone.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dubes Prancis juga meninjau Warung Prancis atau French Corner yang berada di Gedung Perpustakaan Unpatti. Fasilitas tersebut menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Prancis serta wadah informasi bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi atau mengikuti program akademik internasional.
Kunjungan ini dinilai memiliki arti strategis bagi Maluku karena membuka peluang yang lebih besar bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk terhubung dengan jaringan akademik global. Jika ditindaklanjuti secara konkret, kerja sama tersebut berpotensi memperkuat kualitas pendidikan tinggi, meningkatkan kapasitas riset, serta memperluas akses SDM Maluku terhadap berbagai peluang internasional.(BM31)






