BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News

Dominggus Malle: Guru Harus Jadi Kunci Kebangkitan Pendidikan Maluku

Unpatti menegaskan lulusan FKIP memikul tanggung jawab besar memperbaiki kualitas pendidikan Maluku melalui kompetensi dan profesionalisme guru.

Ambon, | Kondisi mutu pendidikan di Provinsi Maluku yang masih berada pada kelompok terbawah secara nasional menjadi perhatian serius Universitas Pattimura (Unpatti). Dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Pengukuhan 295 Lulusan Program Sarjana (S1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Periode Juli 2026 di Gedung Student Center Unpatti, Ambon, Jumat (24/7/2026), para lulusan diingatkan bahwa mereka memikul tanggung jawab besar untuk menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle, saat mewakili Rektor Unpatti yang berhalangan hadir. Menurutnya, pengukuhan ratusan lulusan FKIP tidak boleh dimaknai sekadar sebagai seremoni akademik, melainkan sebagai awal pengabdian untuk memperbaiki kualitas pendidikan dasar dan menengah di Maluku yang masih menghadapi berbagai tantangan.

โ€œSampai dengan hari ini, pendidikan dasar dan menengah di Provinsi Maluku itu masih berada pada level 30-an ke bawah. Nilai rata-rata TKA Bahasa Indonesia masih di bawah 50, sementara Matematika masih di bawah 40. Siapa yang bertanggung jawab? Kita semua harus bertanggung jawab, terutama kita yang berprofesi pendidik,โ€ kata Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Dominggus Malle.

Ia menjelaskan, rendahnya capaian tersebut menjadi indikator bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, lulusan FKIP harus memiliki kompetensi yang lebih dari sekadar kemampuan mengajar, tetapi juga mampu mendidik, membangun karakter, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Karena itu, pendidikan profesi guru dipandang sebagai tahapan penting dalam membentuk tenaga pendidik yang profesional.

Dominggus juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), harus dimanfaatkan secara bijak dalam dunia pendidikan. Ia menilai penggunaan AI tanpa kemampuan berpikir kritis justru berpotensi menurunkan kualitas proses belajar apabila tidak diimbangi dengan nalar akademik yang kuat.

โ€œAI bukanlah solusi. AI itu bisa menjadi racun yang besar kalau tidak digunakan dengan nalar yang sehat. Sebagai ilmuwan dan calon pendidik profesional, kita harus mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,โ€ ujar Dominggus Malle.

Dalam kesempatan yang sama, pihak universitas juga menegaskan bahwa lulusan Sarjana Pendidikan perlu terus meningkatkan kompetensi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) maupun studi lanjut. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan sekaligus menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di Maluku dalam jangka panjang.

Selain itu, Unpatti mendorong lulusan yang tidak memilih jalur profesi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hingga doktor, termasuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa dalam dan luar negeri. Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung visi pengembangan pendidikan bertaraf internasional.

Pengukuhan 295 lulusan FKIP Unpatti menjadi momentum yang menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Di tengah tantangan kualitas pendidikan Maluku yang masih memerlukan perhatian serius, kehadiran guru yang profesional, kompeten, dan adaptif diharapkan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah.(BM31-01)

๐Ÿ“ข Ikuti BM31News untuk dapatkan berita terbaru
โš ๏ธ DISCLAIMER: Konten BM31News.com dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, menyalin, memuat ulang sebagian atau seluruh isi artikel ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari redaksi BM31News.com.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow