BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News

Pelantikan 43 Kepsek Jadi Langkah Strategis Reformasi Pendidikan Malteng

Bupati Maluku Tengah menegaskan kepala sekolah menjadi penentu kualitas pendidikan dan masa depan sumber daya manusia daerah.

Masohi, | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah resmi melantik 43 kepala sekolah di lingkungan Pemda Malteng dalam sebuah agenda yang ditegaskan bukan sekadar seremoni birokrasi, melainkan langkah strategis membangun kualitas sumber daya manusia daerah di masa depan. Pelantikan yang berlangsung di lobi lantai satu Kantor Bupati Malteng, Senin (4/5/2026) itu dipimpin langsung Bupati Zulkarnain Awat Amir dan dihadiri Sekretaris Daerah Rakib Sahubawa, unsur Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Maluku, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku, pimpinan OPD, serta para kepala sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati menempatkan kepala sekolah sebagai garda terdepan yang akan menentukan arah pembangunan pendidikan di kabupaten tertua di Provinsi Maluku tersebut. Menurutnya, kualitas sekolah hari ini akan menentukan kualitas generasi Malteng pada masa mendatang.

“Sekolah adalah laboratorium masa depan sehingga kualitas dan sumber daya manusia di kabupaten tertua ini akan sangat dipertaruhkan kepada para kepala sekolah,” kata Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.

Pernyataan itu memperlihatkan adanya perubahan paradigma dalam kebijakan pendidikan daerah. Pemda Malteng tidak lagi melihat jabatan kepala sekolah sebatas posisi administratif, tetapi sebagai pusat kepemimpinan strategis dalam membentuk mutu pendidikan dan daya saing daerah.

Dalam pelantikan tersebut, Bupati menekankan bahwa para kepala sekolah memikul dua fungsi utama sekaligus, yakni sebagai manajer tata kelola sekolah dan pemimpin instruksional yang memastikan kualitas proses belajar mengajar berjalan optimal.

“Sebagai Kepala Sekolah, saudara-saudara memegang dua peran sentral sekaligus yaitu sebagai manajer yang harus mengelola tata kelola sekolah, dan sebagai pemimpin instruksional yang harus memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan kualitas terbaik,” kata Zulkarnain Awat Amir.

Penekanan itu muncul di tengah tantangan pendidikan yang terus berubah, mulai dari implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, tuntutan digitalisasi pendidikan, hingga kebutuhan peningkatan kualitas SDM yang relevan dengan perkembangan zaman. Pemda Malteng tampak ingin memastikan bahwa sekolah-sekolah tidak hanya berjalan rutin secara administratif, tetapi mampu menjadi ruang pembentukan karakter, inovasi, dan kompetensi generasi muda.

Selain itu, Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada prestasi. Ia meminta para kepala sekolah membangun sinergi dengan guru, orang tua, dan masyarakat demi memperkuat ekosistem pendidikan di setiap wilayah.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kepemimpinan sekolah yang visioner dan mampu menerjemahkan program nasional ke dalam praktik pendidikan yang nyata di lapangan.

Dalam arahannya, Zulkarnain turut menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan dana sekolah. Ia meminta seluruh kepala sekolah menjaga akuntabilitas anggaran demi mendukung kenyamanan dan efektivitas proses belajar mengajar.

“Pastikan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar berjalan optimal di sekolah masing-masing. Pastikan pengelolaan dana sekolah dilakukan secara profesional dan akuntabel demi kenyamanan proses belajar-mengajar,” kata Zulkarnain Awat Amir.

Pelantikan 43 kepala sekolah ini juga menjadi sinyal bahwa Pemda Malteng tengah mendorong percepatan reformasi pendidikan melalui penguatan kepemimpinan sekolah. Di tengah tingginya tuntutan peningkatan kualitas pendidikan daerah, kepala sekolah kini ditempatkan sebagai figur kunci yang menentukan keberhasilan program pendidikan pemerintah.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kualitas pendidikan daerah masih menjadi salah satu tantangan utama pembangunan di berbagai wilayah kepulauan, termasuk di Maluku Tengah. Dengan kondisi geografis yang luas dan tersebar, kepemimpinan sekolah yang adaptif dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pemerataan mutu pendidikan.

Momentum pelantikan ini sekaligus memperlihatkan arah kebijakan pendidikan Pemda Malteng yang mulai menitikberatkan pada kualitas tata kelola sekolah dan penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan. Pemda tampak ingin memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pusat pembangunan karakter dan kualitas SDM daerah dalam jangka panjang.(BM31-02)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow