BM31News
BM31News
BM31News

Fakultas Hukum Unpatti Perkuat Kolaborasi Global Lewat Kuliah Umum Internasional Bertema “Ocean and Sustainable Development”

Kuliah umum internasional Fakultas Hukum Unpatti menandai langkah strategis menuju akreditasi global dan penguatan riset hukum lingkungan.

Ambon, | Fakultas Hukum Universitas Pattimura (Unpatti) menyelenggarakan kuliah umum internasional bertema “Ocean and Sustainable Development” (Laut dan Pembangunan Berkelanjutan) dengan menghadirkan pakar lingkungan laut dunia, Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University, Australia sebagai pembicara utama.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid, melalui Zoom dan tatap muka di Auditorium Fakultas Hukum Unpatti, menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama akademik internasional universitas asal Ambon tersebut.

Acara berlangsung pada Jumat (7/11/2025) dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta ratusan mahasiswa lintas angkatan. Momentum akademik ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Irma H. Hanafi dan Amanda Reichelt-Brushett, sebagai langkah awal menuju hadirnya dosen tamu internasional pada tahun 2026.

Dalam sambutannya, Irma H. Hanafi menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Fakultas Hukum untuk mencapai akreditasi internasional dan memperluas jejaring akademik lintas negara.

“Kolaborasi ini bukan sekadar simbolik, melainkan upaya konkret memperkuat kapasitas akademik, memperbarui kurikulum, dan memperluas riset tentang hukum lingkungan internasional,” kata Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Irma H. Hanafi.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Theresia Narwadan yang memandu jalannya diskusi secara interaktif. Suasana akademik terlihat dinamis ketika peserta mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan laut berkelanjutan dan tantangan penegakan hukum lingkungan global.

Dalam pemaparannya, Amanda Reichelt-Brushett menguraikan hasil risetnya sejak 2015 yang menyoroti aktivitas manusia sebagai penyebab utama pencemaran laut, mulai dari limbah industri hingga mikroplastik yang mengancam rantai makanan laut.

“Kerusakan ekosistem laut kini berada pada titik kritis. Diperlukan kebijakan global yang tegas, regulasi lintas negara yang efektif, dan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberlanjutan laut,” kata Amanda Reichelt-Brushett.

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan sumber daya kelautan adalah kompleksitas yurisdiksi antarnegara yang sering kali memperlambat penerapan kebijakan lingkungan internasional.

“Penegakan hukum lingkungan masih lemah di banyak kawasan pesisir. Diperlukan kolaborasi antarnegara agar kebijakan berkelanjutan tidak berhenti di tataran wacana,” ujar Amanda Reichelt-Brushett menegaskan.

Tingginya partisipasi dosen dan mahasiswa menunjukkan komitmen kuat Fakultas Hukum Unpatti dalam mengembangkan kesadaran hukum lingkungan di tingkat lokal maupun global. Kehadiran pembicara internasional memperkaya wawasan sivitas akademika sekaligus memperluas peluang pertukaran riset dan pengajaran internasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Sherlock Lekipiouw dalam keterangannya menyampaikan bahwa fakultas tengah mempersiapkan kerangka kerja kolaboratif dengan universitas mitra di luar negeri.

“Langkah ini merupakan investasi akademik jangka panjang agar Fakultas Hukum Unpatti menjadi pusat studi hukum berwawasan lingkungan yang diakui secara global,” kata Sherlock Lekipiouw.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Southern Cross University, Unpatti menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang aktif membangun kolaborasi internasional di bidang hukum dan lingkungan. Rencana menghadirkan dosen asing pada tahun 2026 menjadi bukti keseriusan fakultas dalam memperkuat mutu akademik dan reputasi global. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.