Ambon,
| Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) tidak hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ibadah kurban semata. Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Melaha Majira Kampus Unpatti pada Rabu (27/5/2026), Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan semangat kurban sebagai budaya pengabdian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial yang dijalankan sepanjang tahun.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta panitia pelaksana Idul Adha. Menurut Rektor, nilai utama yang terkandung dalam Idul Adha bukan hanya terletak pada penyembelihan hewan kurban, melainkan pada ketaatan dan kesediaan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Makna utama dari Idul Adha atau kurban itu sebenarnya adalah ketaatan. Ketaatan lahir karena iman dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Rektor menjelaskan bahwa semangat pengorbanan harus diwujudkan dalam bentuk kesungguhan menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai setiap unsur sivitas akademika memiliki peran penting dalam membangun kualitas pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat melalui kerja yang dilakukan dengan keikhlasan.
“Berkorban bukan sekadar pada momentum Hari Raya Idul Adha, tetapi juga bagaimana kita rela menjalankan tanggung jawab dan pengabdian di kampus dengan penuh keikhlasan,” kata Fredy Leiwakabessy.
Selain menekankan nilai pengabdian, Rektor juga mengingatkan pentingnya memperkuat kepedulian sosial. Menurutnya, kampus tidak boleh terlepas dari realitas sosial masyarakat di sekitarnya. Karena itu, semangat berbagi dan membantu sesama harus terus dipelihara sebagai bagian dari karakter sivitas akademika Universitas Pattimura.
Pelaksanaan kurban tahun ini menjadi salah satu bentuk nyata penerapan nilai tersebut. Ketua Panitia Perayaan Hari Raya Idul Adha Universitas Pattimura, Fahrul Rozi Fakaubun, melaporkan bahwa total hewan kurban yang terkumpul mencapai 14 ekor, terdiri atas 13 ekor sapi dan satu ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk pimpinan universitas, fakultas, lembaga, mitra, dan mahasiswa.
Fahrul menyampaikan bahwa Idul Adha merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai keikhlasan, kebersamaan, dan solidaritas sosial di lingkungan kampus. Menurutnya, partisipasi berbagai pihak dalam pelaksanaan kurban menunjukkan tumbuhnya semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan akademik.
“Kami berharap ibadah kurban yang dilaksanakan tahun ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal saleh serta menjadi jalan keberkahan dalam mempererat ukhuwah, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Universitas Pattimura,” kata Fahrul Rozi Fakaubun.
Rangkaian kegiatan Idul Adha di Unpatti juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan Ustadz Erwin Notanubun. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban secara simbolis oleh Rektor bersama jajaran pimpinan universitas kepada perwakilan petugas keamanan, cleaning service, mahasiswa, anak yatim, dan masyarakat.
Melalui momentum tersebut, Universitas Pattimura menegaskan bahwa nilai kurban tidak berhenti pada ritual tahunan. Kampus berupaya menjadikan semangat pengorbanan, kepedulian, dan pengabdian sebagai bagian dari budaya institusi yang terus hidup dalam aktivitas akademik maupun hubungan dengan masyarakat luas.(BM31)








