Jakarta,
| Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, melakukan audiensi dengan Arnold Aristoteles Paplana Ritiauw selaku Direktur Jenderal Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia untuk membahas kebutuhan pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) di Kabupaten Maluku Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengajukan sebanyak 39 usulan pembangunan infrastruktur strategis yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. Usulan tersebut difokuskan pada penguatan sektor sumber daya air sebagai salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam mendukung perlindungan wilayah, ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Zulkarnain menjelaskan bahwa sejumlah program yang diusulkan mencakup pembangunan seawall dan bangunan pengaman pantai di kawasan pesisir yang rentan terhadap abrasi, pembangunan talud penahan longsor dan infrastruktur pengendali banjir pada wilayah rawan bencana, pembangunan sabodam untuk mengendalikan sedimentasi, peningkatan serta pembangunan saluran primer, hingga normalisasi sungai di sejumlah titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi guna mendukung program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan produktivitas sektor pangan, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Menurut Bupati, pembangunan dan normalisasi infrastruktur SDA memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain berfungsi melindungi wilayah dari ancaman abrasi, banjir, dan longsor, pembangunan tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan hasil pertanian, penguatan sentra ekonomi pedesaan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa 39 usulan yang disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum merupakan kebutuhan prioritas masyarakat yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Maluku Tengah, termasuk kawasan pegunungan di Pulau Seram yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dasar yang memadai.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan dan perhatian terhadap berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur SDA yang telah diusulkan, sehingga pelaksanaannya dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran nasional.
Audiensi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah yang berorientasi pada perlindungan lingkungan, pengurangan risiko bencana, peningkatan produktivitas pertanian, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.(BM31-02)







