BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News BM31News BM31News

PKM Kolaborasi Nasional 2025: Empat Perguruan Tinggi Bersinergi Wujudkan Pemberdayaan Digiwisata Terpadu di Aceh Barat

Kolaborasi nasional empat kampus wujudkan model pemberdayaan masyarakat melalui penguatan digiwisata di Desa Peunaga Pasi, Aceh Barat.

Meulaboh, | Empat perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia berkolaborasi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional 2025 yang berlangsung pada 4-8 November 2025 di Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan bertema “Pemberdayaan Digiwisata Terpadu” ini merupakan inisiatif Universitas Teuku Umar (UTU) bersama Universitas Pattimura (UNPATI), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Universitas Cipta Mandiri (UNCM), untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa binaan UTU melalui transformasi digital sektor pariwisata.

Program ini dipimpin oleh Herri Darsan selaku Ketua Pelaksana dan digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem desa wisata berbasis digital dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan potensi wisata lokal.

Rektor UTU, Ishak menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan lintas kampus ini.

“PKM Kolaborasi Nasional adalah wujud komitmen UTU sebagai kampus sumber inspirasi. Kolaborasi bersama UNPATI, USK, dan UNCM memperkuat dampak pengabdian dan mendorong terwujudnya desa wisata digital yang mandiri, kreatif, dan berkelanjutan,” kata Rektor Ishak.

BM31News
Penyerahan alat pemecah sampah kepada masyarakat Peunaga Pasi

Senada dengan itu, Ketua LPPM UTU, Yuliatul Muslimah menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi harus menghadirkan perubahan yang nyata.

“Kegiatan PKM ini adalah bentuk transformasi kapasitas masyarakat. BUMG dan Pokdarwis kita latih agar mampu mengelola potensi wisata dengan pendekatan digital, profesional, dan berorientasi keberlanjutan,” ujar Yuliatul Muslimah.

Kegiatan ini diikuti oleh 21 dosen dari empat perguruan tinggi, meliputi UTU (10 dosen), UNPATI (8 dosen), USK (1 dosen), dan UNCM (3 dosen). Selain itu, lebih dari 100 mahasiswa turut berpartisipasi, terdiri dari 80 mahasiswa UTU, 20 mahasiswa UNCM, dan 1 mahasiswa USK, yang bertugas mendampingi masyarakat di lapangan.

Dua kelompok utama menjadi sasaran pengabdian, yaitu BUMG Maju Jaya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Peunaga Pasi. Setiap kelompok menerima pelatihan sesuai bidang dan kebutuhan:

BUMG Maju Jaya:

  1. Pelatihan Penggunaan Website untuk Pengelolaan Wisata Peunaga oleh Fiandy Mauliansyah, (UTU)
  2. Pelatihan Manajemen Usaha dan Bisnis BUMG oleh Kevin H. Tupamahu (UNPATI)

Pokdarwis Peunaga Pasi

  1. Masyarakat Sadar Wisata dan Penguatan Social Skill oleh Masrizal (USK)
  2. Penguatan Manajemen Pokdarwis Menuju Destinasi Berkualitas dan Berkelanjutan oleh Hendri Hahury (UNPATI)

Adapun dosen yang terlibat dari masing-masing kampus adalah:

  • Universitas Teuku Umar (UTU):
    1. Afrizal Tjoetra, M.Si;
    2. Samwil, M.A;
    3. Herri Darsan, ST., MT;
    4. Fiandy Mauliansyah, S.Ikom., M.A;
    5. Dr. Apri Rotin Djusfi, SH., MH;
    6. Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.Si;
    7. Fajri, SP., MP dan
    8. Ir. Yuliatul Muslimah, MP
  • Universitas Pattimura (UNPATI):
    1. Dr. Estevanus K. Huliselan;
    2. Prof. J. Leiwakabessy, MS;
    3. Dr. Samuel P. Ritiauw, M.Pd;
    4. Dr. Arman Anwar, SH., MH;
    5. Dr. Kevin H. Tupamahu, M.Si;
    6. Dr. Hendri Hahury, M.Si;
    7. Dr. Mike J. Rolobessy, MT dan
    8. Jolanda Rahabeat, SE., M.Si
  • Universitas Syiah Kuala (USK):
    1. Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A
  • Universitas Cipta Mandiri (UNCM):
    1. Rita Oktavia, M.Si;
    2. Dian Kristanti, M.Pd dan
    3. Nursiah, M.Pd

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, tim pelaksana melaksanakan Bakti Sosial Pembersihan Pantai Peunaga Pasi, yang diketuai oleh Rita Oktavia (UNCM). Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat untuk mengumpulkan sampah organik dan non-organik. BM31News

Kegiatan Bakti Sosial Pembersihan Sampah di Pantai Penaga Pasi, Meulaboh

Sampah organik seperti dedaunan dan ranting diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah non-organik dipilah untuk didaur ulang menjadi bahan bernilai ekonomis. Dalam kesempatan tersebut, tim PKM juga menyerahkan alat pencacah sampah organik kepada masyarakat Desa Peunaga Pasi sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis digiwisata yang dapat direplikasi di daerah lain, serta memperkuat posisi UTU dan mitra kampusnya sebagai pelopor inovasi pengabdian nasional. (BM31-JP)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

error: Konten Dilindungi !