Ambon,
– Malam puncak perayaan Dies Natalis ke-17 Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) berlangsung penuh semangat kebersamaan dan refleksi strategis pada Jumat malam (11/7/2025), bertempat di Ballroom Katholik Center, Kota Ambon. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta para tokoh perintis berdirinya FK Unpatti.
Kegiatan ini menjadi panggung untuk mengevaluasi capaian akademik dan kelembagaan FK Unpatti selama 17 tahun terakhir, sekaligus menegaskan arah pengembangan ke depan dalam menjawab tantangan kesehatan di Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan kedokteran secara menyeluruh, serta dorongan agar lulusan FK Unpatti mampu menjawab kebutuhan tenaga medis yang kompeten dan berdedikasi, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.
“Usia 17 tahun bukan hanya angka, tapi juga penanda kematangan. FK Unpatti harus terus melangkah lebih maju dan adaptif, terutama dalam mewujudkan lulusan dokter yang tidak hanya cerdas, tapi juga siap mengabdi di berbagai medan pengabdian,” kata Rektor, Fredy Leiwakabessy.
Rektor juga menyoroti pentingnya percepatan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi dan profesi dokter gigi sebagai bagian dari strategi penguatan layanan kesehatan primer di Maluku. Menurutnya, tantangan ini harus diantisipasi dengan penataan kurikulum, penguatan kapasitas dosen, serta kemitraan lintas institusi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Farah Christina Noya menekankan bahwa usia ke-17 merupakan tonggak reflektif terhadap perjalanan panjang institusi dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.
“Setiap tahun, jumlah pendaftar FK Unpatti terus meningkat, melampaui kuota yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memandang Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura sebagai institusi pendidikan yang kredibel dan berkualitas,” kata Dekan, Farah Christina Noya. Ia juga memaparkan bahwa peningkatan mutu dosen menjadi prioritas strategis fakultas. Saat ini, enam dari 58 dosen telah menempuh pendidikan profesi dokter dan dua di antaranya baru saja dikukuhkan sebagai Lektor Kepala, menjadikan total lima dosen berada pada jenjang akademik tersebut.
“Pencapaian ini merupakan bukti dari komitmen institusi dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya.
Momentum Dies Natalis ini juga dirangkai dengan simbolis pemotongan kue ulang tahun oleh Rektor, Dekan, serta para tokoh perintis FK Unpatti. Suasana penuh apresiasi dan nostalgia turut mewarnai malam kebersamaan tersebut, yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari mahasiswa dan dosen.
Di balik kemeriahan acara, pesan strategis yang mengemuka adalah pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat layanan kesehatan di Maluku. FK Unpatti dipandang sebagai pilar utama dalam pencetakan tenaga kesehatan yang akan menopang sistem kesehatan daerah, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan dan minim akses layanan medis.
Langkah ke depan yang menjadi fokus adalah pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, pengembangan rumah sakit pendidikan yang lebih representatif, serta integrasi riset-riset kesehatan berbasis komunitas lokal yang dapat memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
Dies Natalis ke-17 ini menandai pergeseran FK Unpatti dari sekadar institusi akademik menjadi aktor kunci dalam pembangunan sektor kesehatan di kawasan timur Indonesia. Komitmen terhadap mutu, relevansi, dan keberlanjutan menjadi fondasi yang terus diperkuat dalam menghadapi tantangan pendidikan kedokteran masa kini. (BM31)









