Masuknya budaya dan pemahaman dari luar, meninggikan risiko akan memudarnya budaya bangsa hingga kehilangan jati diri bangsa dan semangat nasionalisme di tengah masyarakat, pungkasnya.
Dengan demikian, pameran keliling saat ini mengambil tema “Semangat Nasionalisme, Peduli Sejarah dan Budaya untuk Memajukan Pendidikan”, maka pameran seperti ini merupakan salah satu media untuk menanamkan nilai perjuangan dan semangat nasionalisme dari sejarah bangsa dan budaya masa lalu kepada generasi muda agar menjadi generasi yang berkarakter, miliki wawasan kebangsaan, cinta negeri dan tanah air untuk mengisi kemerdekaan.
Maluku memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia melalui perjuangan Thomas Matulessy, Christina Martha Tiahahu, J. Leimena, ucap Boro.
Para pejuang Maluku ini akan berjuang dengan rakyat Maluku untuk melepaskan diri dari penjajahan, sebut Boro.
Sementara itu, Kepala Museum Siwalima Ambon Darwin Jacob Lawalata dalam arahannya menjelaskan museum sebagai lembaga yang bertugas mengumpul, merawat dan menyajikan benda-benda sejarah untuk kepentingan informasi serta publikasi maupun rekreasi kepada masyarakat.
Nilai-nilai yang ada di museum termasuk museum Siwalima harus di komunikasikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pameran yang akan di laksanakan. Di kota Masohi saat ini.
Dengan pameran ini tambah Lawalata bahwa generasi muda dan masyarakat Maluku termasuk masyarakat di kabupaten Maluku Tengah harus mengenal dan memahami tentang warisan sejarah dan budaya Maluku umumnya maupun di kabupaten bertajuk Pamahanu Nusa khususnya, pungkas Lawalata.
Ada berbagai sejarah dan budaya yang di miliki orang Maluku seperti adat dan budaya serta masa kolonialisme dan perjuangan orang Maluku dalam melepaskan diri dari penjajahan sekaligus memasuki era kemerdekaan yang di perjuangkan oleh para pejuang Maluku di masa lalu.
Untuk itu sebagai kepala Museum Siwalima Provinsi Maluku, Darwin Jacob Lawalata berharap agar pemuda dan masyarakat di Malteng terus menjaga melestarikan dan menghargai serta menghormati berbagai macam adat, budaya serta perjuangan rakyat Maluku sebagai identitas dan jati diri orang Maluku, pintanya. (BM31-02)





