Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) menyoroti masih ditemukannya ketidaklengkapan dan ketidaksesuaian data kepegawaian ASN yang berpotensi menghambat proses administrasi serta akses terhadap berbagai hak dan layanan kepegawaian, termasuk Program TASPEN. Persoalan itu mencuat dalam sosialisasi peningkatan manfaat Tabungan Hari Tua (THT) bagi ASN dan PPPK yang digelar bersama PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Ambon, Rabu (5/8/2026) di Auditorium Unpatti.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unpatti, Pieter Kakisina, menegaskan ketertiban data menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan layanan kepegawaian berjalan tanpa hambatan. Ia meminta ASN tidak mengabaikan pembaruan data pribadi maupun data keluarga karena perubahan informasi tersebut berkaitan dengan proses administrasi dan pemenuhan hak kepegawaian.
“Setiap perubahan data pribadi maupun data keluarga harus segera diperbarui agar seluruh proses administrasi dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari,” kata Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unpatti, Pieter Kakisina.
Menurut Kakisina, data kepegawaian yang valid juga berkaitan dengan rekam jejak ASN dan menjadi dasar dalam berbagai proses layanan kepegawaian. Karena itu, setiap unit kerja diminta menjalankan fungsi dan kewenangannya secara tertib agar pengelolaan administrasi berlangsung akuntabel serta mendukung pelayanan yang efektif dan tepat waktu.
Persoalan administrasi tersebut menjadi penting dalam konteks layanan TASPEN karena peserta membutuhkan data yang benar dalam memperoleh layanan sesuai ketentuan program. Ketidaksesuaian informasi dapat menimbulkan hambatan dalam proses administrasi, sehingga ASN perlu memastikan data yang tercatat tetap lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Cabang PT TASPEN Kantor Cabang Ambon, Dina Andriani, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada ASN dan PPPK mengenai hak, kewajiban, serta manfaat sebagai peserta program jaminan sosial. Informasi tersebut diharapkan membantu peserta memahami layanan yang tersedia sekaligus memenuhi kewajiban administratifnya.
“Kehadiran kami merupakan bagian dari tugas PT TASPEN untuk memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban peserta, sekaligus memastikan ASN dan PPPK memperoleh pemahaman yang baik terhadap berbagai layanan yang tersedia,” kata Kepala Cabang PT TASPEN Kantor Cabang Ambon, Dina Andriani.
Dina menjelaskan PT TASPEN mengelola program pensiun dan Tabungan Hari Tua bagi ASN, sementara perlindungan tambahan juga tersedia melalui Taspen Life. Produk tambahan tersebut, menurut dia, dirancang untuk melengkapi manfaat program utama sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta.
Dalam kegiatan itu, TASPEN juga menjelaskan pilihan manfaat perlindungan dan mekanisme layanan kepada peserta. Namun, bagi Unpatti, pembenahan administrasi tetap menjadi fondasi penting agar layanan kepegawaian dapat berjalan lebih efektif dan tidak terkendala persoalan data.
Sosialisasi tersebut diikuti ASN di lingkungan Unpatti dan dihadiri pimpinan universitas serta fakultas, Asisten Manager Layanan TASPEN Ambon Habbi Rizal, Taspen Life Relation Officer Nora Lessy, serta staf layanan TASPEN Ambon Hade Rara dan Artha Madlany. Unpatti berharap kegiatan itu memperkuat pemahaman ASN sekaligus mendorong tertib administrasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian dan Program TASPEN.(BM31)











