BM31News
BM31News
BM31News

Universitas Pattimura Kukuhkan 6 Guru Besar Baru, Perkuat Riset dan Pembangunan Maluku

Enam akademisi dari berbagai disiplin ilmu resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Pattimura untuk memperkuat pengembangan ilmu dan pembangunan daerah Maluku.

Ambon, | Universitas Pattimura kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia dengan mengukuhkan enam Guru Besar baru dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Universitas yang berlangsung di Aula Rektorat pada Rabu (11/2/2026). Pengukuhan tersebut didasarkan pada keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 1759–1761/M/KPT.KP/2026 serta 44458/M/KPT.KP/2025, 44459/M/KPT.KP/2025, dan 44466/M/KPT.KP/2025 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen menjadi Guru Besar.

Pengukuhan ini menandai penambahan signifikan sumber daya akademik di lingkungan universitas terbesar di Provinsi Maluku tersebut. Keenam akademisi yang resmi menyandang jabatan tertinggi dalam karier akademik itu berasal dari berbagai disiplin ilmu strategis yang dinilai memiliki kontribusi penting terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan wilayah kepulauan.

Adapun enam Guru Besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Henry Junus Wattimanela, S.Si., M.Si dalam kepakaran Statistika Spasial pada Fakultas Sains dan Teknologi; Prof. Dr. Imanuel Berly Delvis Kapelle, S.Si., M.Si dalam bidang Kimia Bahan Alam pada Fakultas Sains dan Teknologi; Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum dalam bidang Pendidikan Bahasa dan Linguistik pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Prof. Dr. Wilma Latuny, ST., M.Si., M.Phil., Ph.D dalam bidang Kecerdasan Buatan pada Fakultas Teknik; Prof. Dr. Ir. Pieter Th. Berhitu, ST., MT dalam kepakaran Pengelolaan Wilayah Pesisir pada Fakultas Teknik; serta Prof. Dr. Kalvin Karuna, M.Pd dalam bidang Didaktik Metodik Pembelajaran Bahasa Jerman pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar tidak sekadar menjadi seremoni akademik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.

“Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan pembangunan daerah dan nasional,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Dalam rangkaian pengukuhan tersebut, para Guru Besar juga menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti berbagai isu strategis. Tema-tema yang diangkat mencerminkan kontribusi multidisipliner, mulai dari adaptasi dan resiliensi lingkungan, penguatan riset bahan alam berbasis potensi lokal, pengembangan identitas kultural melalui kajian bahasa, pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk pemerataan akses dan pengambilan keputusan, hingga perencanaan wilayah pesisir secara terintegrasi.

Menurut Rektor, gagasan ilmiah yang disampaikan para Guru Besar memiliki relevansi tinggi bagi Provinsi Maluku yang merupakan wilayah kepulauan dengan dinamika pembangunan kompleks, mulai dari tantangan lingkungan, keterbatasan infrastruktur, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia juga menegaskan bahwa potensi akademik yang dimiliki universitas harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

“Potensi akademik yang dimiliki Universitas Pattimura harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan sebagai mitra pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Fredy Leiwakabessy.

Rektor juga mengingatkan bahwa jabatan Guru Besar membawa tanggung jawab moral dan akademik yang besar. Para profesor baru diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan solutif melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus membina serta mendorong percepatan kenaikan jabatan akademik dosen lain di lingkungan universitas.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas bertambahnya jumlah Guru Besar di Universitas Pattimura. Menurutnya, peningkatan jumlah profesor harus sejalan dengan penguatan kapasitas perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul secara berkelanjutan.

“Dengan penambahan Guru Besar ini, pemerintah daerah berharap perguruan tinggi di Maluku terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia,” kata Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Guru Besar tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun keluarga, tetapi juga kebanggaan daerah karena perannya yang strategis dalam mendukung pembangunan berbasis kajian ilmiah.

“Pemerintah Provinsi Maluku memandang para Guru Besar sebagai aset strategis yang diharapkan dapat berkontribusi dalam perumusan kebijakan, penguatan tata kelola pembangunan, serta penyelesaian berbagai persoalan daerah berbasis kajian ilmiah,” ujar Abdullah Vanath.

Dengan bertambahnya enam profesor baru tersebut, Universitas Pattimura diharapkan semakin memperkuat kapasitas riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Pengukuhan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah kepulauan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow

Hak Cipta BM31News. Dilindungi undang-undang.

error: Konten Dilindungi !