BM31News
BM31News
BM31News
BM31News BM31News BM31News

Peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis FK Unpatti Perkuat Akses Layanan Kesehatan di Maluku

Peluncuran PPDS FK Unpatti menjadi langkah strategis mempercepat pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan layanan kesehatan di wilayah kepulauan Maluku.

Ambon, | Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (FK Unpatti) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada Selasa (10/2/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Ambon. Program ini mencakup tiga bidang spesialis, yakni Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam. Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis Universitas Pattimura dalam memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran sekaligus menjawab kebutuhan mendesak tenaga dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku.

Program PPDS ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, rumah sakit pendidikan, hingga komunitas akademik. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemenuhan tenaga medis spesialis serta meningkatkan pemerataan layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menegaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan tonggak penting dalam perjalanan pengembangan pendidikan kedokteran di Unpatti. Gagasan tersebut telah dirintis sejak awal tahun 2000-an dan mulai diwujudkan melalui pendirian Fakultas Kedokteran pada tahun 2008.

“Pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang telah berkontribusi sejak lama. Ini bukan hanya capaian institusi, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Maluku,” kata Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy.

Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah, terutama dalam hal pembiayaan pendidikan, penguatan sarana dan prasarana kesehatan, serta peningkatan kapasitas rumah sakit pendidikan. Dukungan tersebut menjadi faktor kunci untuk menjamin kualitas lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Di tingkat nasional, peluncuran PPDS di Universitas Pattimura juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pemenuhan tenaga medis spesialis serta memperbaiki distribusi layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

“Pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari kebijakan nasional pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis dan memperbaiki distribusi layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Tri Hanggono Achmad.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah memberikan kesempatan kepada sejumlah perguruan tinggi di berbagai provinsi, termasuk Universitas Pattimura, untuk pertama kalinya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerataan akses layanan kesehatan spesialistik di Indonesia.

Selain meningkatkan jumlah tenaga spesialis, pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan penempatan lulusan. Untuk itu, Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memprioritaskan calon residen yang berasal dari daerah serta menerapkan skema ikatan dinas dan pembiayaan beasiswa dari pemerintah daerah agar para lulusan dapat kembali mengabdi di wilayah asal.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Maluku yang memandang peluncuran PPDS sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah kepulauan.

“Peluncuran PPDS ini bukan hanya capaian akademik Universitas Pattimura, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan hingga menjangkau seluruh wilayah kepulauan Maluku,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Farah Christina Noya, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan hasil perjuangan kolektif lintas sektor untuk menjawab tantangan kelangkaan dokter spesialis di wilayah kepulauan.

“Peluncuran PPDS ini bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi merupakan komitmen Fakultas Kedokteran dan Universitas Pattimura untuk memutus mata rantai keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis di Maluku,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Farah Christina Noya.

Ia menjelaskan bahwa proses pembukaan program tersebut berlangsung secara intensif sejak 2025 hingga awal 2026. Tahapan yang dilalui meliputi konsolidasi strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai mitra pembina, penyusunan kurikulum berbasis karakteristik wilayah kepulauan, pengunggahan instrumen akreditasi melalui platform nasional, hingga evaluasi lapangan oleh tim penilai pusat pada Januari 2026.

Dalam kegiatan peluncuran tersebut juga dilakukan penandatanganan pernyataan kesediaan kepala daerah untuk mendukung percepatan pemenuhan sumber daya manusia dokter spesialis di wilayah kepulauan Maluku. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara, Wakil Wali Kota Tual, Wakil Bupati Buru, serta perwakilan Pemerintah Kota Ambon dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Rektor Universitas Pattimura, dan Dekan Fakultas Kedokteran.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan serta mempercepat ketersediaan dokter spesialis di wilayah Maluku yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan tenaga medis.

Dengan diluncurkannya PPDS di Universitas Pattimura, Maluku diharapkan dapat mempercepat pembangunan sektor kesehatan melalui penguatan pendidikan kedokteran, pemerataan distribusi dokter spesialis, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. (BM31)


Dapatkan berita terbaru dari BM31News.com langsung di ponsel Anda! Klik untuk bergabung di Channel WhatsApp dan Telegram kami sekarang juga.

BM31NEWS

@bm31news.com

Ikuti akun resmi BM31NEWS di TikTok

Follow