Ambon,
| Universitas Pattimura (Unpatti) bekerja sama dengan Televisi Republik Indonesia (TVRI) Maluku menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Produksi Konten di TVRI Maluku” pada Kamis (11/9/2025), bertempat di Aula Rektorat Unpatti, Ambon. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia penyiaran serta memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri media publik.
Sosialisasi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami peran AI dalam menciptakan konten siaran yang kreatif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui kegiatan ini, Unpatti dan TVRI Maluku berupaya membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang sesuai dengan tuntutan industri penyiaran masa kini.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Dominggus Malle dalam sambutannya menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI merupakan keniscayaan di era digital.
“Seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Dominggus Malle.
Ia menambahkan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai inovasi yang mampu mengubah cara manusia bekerja, belajar, meneliti, dan berinteraksi. Di dunia pendidikan tinggi, AI membuka peluang besar untuk memperkaya proses pembelajaran dan memperluas layanan akademik secara efektif.
“Kita tidak boleh terjebak hanya pada euforia pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus menempatkan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan akuntabilitas sebagai landasan utama,” ujar Malle menegaskan.
Kolaborasi antara Unpatti dan TVRI Maluku ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penyiaran publik. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berupaya memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya berorientasi pada kemudahan teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesional, integritas, serta tanggung jawab sosial dalam produksi konten.
Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung bagaimana teknologi AI dapat diterapkan dalam praktik penyiaran mulai dari perencanaan produksi, penyuntingan, hingga distribusi konten berbasis data dan kecerdasan buatan.
Prof. Malle menekankan bahwa penggunaan AI dalam ruang akademik dan media membawa tantangan besar, khususnya pada aspek etika dan tanggung jawab moral. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan berintegritas.
Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan panduan serta komitmen bersama untuk membangun budaya akademik yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Kegiatan ini menandai langkah awal kolaborasi strategis antara dunia akademik dan media publik di Maluku dalam menyongsong era digital. Dengan memahami potensi AI, mahasiswa Unpatti diharapkan mampu menjadi pelaku perubahan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga beretika dalam memanfaatkan teknologi demi kemajuan bangsa. (BM31)









