Kekawatiran Manusia belum tentu menjadi kekawatiran bagi Tuhan. Ini menjadi kata kunci bagi Sinode GPM dan YPPK Dr. J. B. Sitanala dalam memperjuangkan hak-hak pendidikan Kristen yang berbasis yayasan (swasta) terhadap berbagai aturan yang di tetapkan oleh pemerintah terutama UU nomor 20 tahun 2023 tentang penugasan ASN pada sekolah berbasis suasta yang di kelola oleh yayasan seperti YPPK Dr. J. B. Sitanala.
Ada 457 Sekolah Kristen yang di kelola YPPK J. B. Sitanala di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Olehnya itu untuk menjawab UU nomor 20 tahun 2023 itu, yayasan Dr. J. B. Sitanala bergerak cepat dan lebih awal.
YPPK J. B. Sitanala menunjukan format sebagai yayasan Kristen kepada pemerintah dengan melakukan apa yang di amanatkan dalam regulasi UU nomor 20 tahun 2023 dengan menyiapkan para kepala sekolah yang apabila nantinya terjadi perubahan regulasi melalui Peraturan Pemerintah (PP), Permendikbud maupun surat edaran terhadap mutasi ASN dari sekolah suasta yang di kelola yayasan.
UU Nomor 20 tahun 2023 tentang penugasan ASN mulai berlaku sampai tahun 2024, tidak ada PP tentang penugasan Guru ASN di sekolah Suasta, sebut Singerin.
Ada diktum yang mengatur tentang penilaian e-kinerja guru yang tidak bisa di laksanakan pada sekolah suasta.
Karena itu sekolah negeri di bawah naungan pemerintah kemudian menjadi basis penilaian kinerja sehingga guru yang tidak ada di sekolah negeri tidak memiliki nilai dan tidak berdampak pada penghasilan seperti sertifikasi maupun penghasilan lainnya.
Memiliki tanggung jawab besar tersebut, YPPK Dr. J. B. Sitanala melalui ketua Umum dan jajaran terus melakukan koordinasi dengan MPH Sinode , pimpinan cabang YPPK dan juga pemerintah daerah.
Sejak berdirinya YPPK dalam naungan GPM tegas Singerin bahwa dokumen pertama pendirian sekolah-sekolah Kristen harus dipimpin oleh ketua pembantu cabang exovisio sebagai kepala sekolah.
Olehnya itu, Yayasan Dr. J. B. Sitanala terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah Kristen baik itu di tingkat SDK, SMPK dan SMAK dengan berbagai bentuk dan selalu memperjuangkan hak-hak guru yang mengabdi pada sekolah-sekolah tersebut dan juga menghadirkan pimpinan sekolah dari yayasan dengan berpedoman pada berbagai peraturan dan undang-undang yang di tetapkan oleh pemerintah.
Sebagai ketua Umum YPPK Dr. J. B. Sitanala, Sarlota Singerin berharap agar Bacarita Orang Sudara antara SMA Kristen Rehoboth dengan SMA Kristen Amahai dan SMA Kristen Trans Kecamatan TNS menjadi momen berharga dalam pengembangan dunia pendidikan berbasis digitalisasi guna membangun bangsa dan negara yang ada di Malteng, Kota Ambon maupun di Provinsi Maluku secara umum terutama di kalangan Gereja Protestan Maluku, pintanya. (BM31-02)








