Meulaboh,
| Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura (UNPATTI), Estevanus K. Huliselan, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional 2025 yang diselenggarakan di Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, pada 4-7 November 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Digiwisata Terpadu” ini melibatkan empat perguruan tinggi, yakni Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Universitas Cipta Mandiri (UNCM) dan Universitas Teuku Umar (UTU) sebagai tuan rumah. Melalui kolaborasi tersebut, perguruan tinggi berupaya memperkuat kapasitas masyarakat desa binaan dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis digital.
Ketua LPPM UNPATTI, Estevanus K. Huliselan yang turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa program PKM kolaboratif ini menjadi contoh konkret sinergi antarperguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Kegiatan PKM Kolaborasi Nasional menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat bersinergi untuk pemberdayaan masyarakat secara langsung. Model kerja sama seperti ini perlu terus diperkuat agar dampaknya semakin luas, tidak hanya di Aceh tetapi juga di daerah lain,” kata Ketua LPPM UNPATTI, Estevanus K. Huliselan dalam rilisnya yang diterima BM31News pada Sabtu (8/11/2025).
Apresiasi tersebut tidak hanya menggambarkan dukungan institusional UNPATTI terhadap pelaksanaan PKM lintas kampus, tetapi juga mencerminkan komitmen akademik dalam memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Huliselan menegaskan bahwa penguatan kolaborasi nasional merupakan strategi penting dalam memastikan hasil penelitian dan pengabdian perguruan tinggi benar-benar memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah.
“Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan rutin akademik, tetapi wujud nyata tanggung jawab moral universitas untuk membangun kapasitas sosial, ekonomi, dan digital masyarakat di berbagai wilayah,” tegasnya.
Program PKM Kolaborasi Nasional 2025 dipimpin oleh Herri Darsan dari UTU, di bawah koordinasi LPPM UTU yang diketuai oleh Yuliatul Muslimah. Kegiatan ini difokuskan pada pemberdayaan dua kelompok masyarakat, yaitu BUMG Maju Jaya dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Peunaga Pasi, melalui pelatihan, pendampingan, dan implementasi teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen UNPATTI berperan aktif memberikan materi penguatan manajemen usaha dan pengelolaan destinasi wisata. Di antaranya, Kevin H. Tupamahu yang menyampaikan materi tentang Manajemen Usaha dan Bisnis BUMG, serta Hendri Hahury yang membawakan topik Penguatan Manajemen Pokdarwis Menuju Destinasi Berkualitas dan Berkelanjutan.
Selain memberikan pendampingan akademik, UNPATTI juga menempatkan kegiatan ini sebagai wadah strategis untuk mengembangkan jejaring riset dan pengabdian lintas daerah. Kolaborasi tersebut dianggap mampu memperluas peran universitas dalam menjawab tantangan pembangunan berbasis potensi lokal.
Kehadiran LPPM UNPATTI dalam kegiatan ini tidak hanya sebatas partisipasi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat visi universitas sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan masyarakat kawasan timur Indonesia. Melalui kegiatan ini, UNPATTI menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pembangunan komunitas berkelanjutan.
Kolaborasi ini diikuti oleh puluhan dosen dari empat perguruan tinggi: 10 dosen dari UTU, 8 dosen dari UNPATTI, 1 dosen dari USK, dan 3 dosen dari UNCM serta lebih dari 100 mahasiswa lintas kampus. Kehadiran mahasiswa turut memperkuat proses transfer ilmu dan teknologi di lapangan, menjadikan PKM Kolaborasi Nasional 2025 sebagai model sinergi akademik yang produktif.
Penutupan kegiatan ditandai dengan bakti sosial pembersihan pantai Wisata Peunaga Pasi, dipimpin oleh Rita Oktavia dari UNCM, yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, dosen, dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara dunia akademik dan komunitas lokal.
Apresiasi Ketua LPPM UNPATTI terhadap PKM Kolaborasi Nasional 2025 menjadi refleksi nyata dari semangat kolaboratif antarperguruan tinggi di Indonesia. Melalui kegiatan lintas institusi seperti ini, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi masyarakat berbasis inovasi dan digitalisasi pariwisata. (BM31-JP)




