Masohi,
| Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir pada Kamis (4/9/2025) menyerahkan bantuan sosial tahun anggaran 2025 kepada keluarga miskin serta bantuan perikanan kepada kelompok usaha perikanan di Kecamatan Kota Masohi. Penyerahan berlangsung di lantai II Kantor Bupati Maluku Tengah dan dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, camat, serta masyarakat penerima bantuan.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 122 paket sembako dari Dinas Sosial disalurkan kepada keluarga miskin, sementara 25 paket bantuan perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan diberikan kepada kelompok usaha perikanan. Kedua program ini sepenuhnya didanai melalui APBD Kabupaten Maluku Tengah tahun 2025.
“Alhamdulillah hari ini kami dapat mewujudkan komitmen kami melalui pemberian bantuan kepada masyarakat. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut demi mewujudkan apa yang kita cita-citakan bersama,” kata Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban hadir di tengah masyarakat, khususnya kelompok ekonomi lemah. Menurutnya, kehadiran bantuan bukan hanya sebatas nilai materi, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Pemda untuk mengurangi beban masyarakat.
“Jangan dilihat dari seberapa besar bantuan yang diberikan pemerintah, tetapi yang terpenting adalah bagaimana pemerintah daerah menjawab dan mengatasi tantangan hidup masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah, sehingga bisa keluar dari masalah keterpurukan ekonomi,” ujar Zulkarnain.
Penerima bantuan sosial tercatat berasal dari beberapa kelurahan di Kota Masohi, antara lain Nursena Laiyan (Kelurahan Namasina), La Jakuna (Kelurahan Lesane), Soleman Rumra (Kelurahan Letwaru), Yonathan Z. Tomasoa (Kelurahan Ampera), dan Yani Haulia Buamona (Kelurahan Namaelo).
Sementara itu, penerima bantuan kelompok usaha perikanan “jibu-jibu” mencakup nama-nama seperti Dewi Idris, Endang Hayoto, Atia Tajiri, Salwia Masiri, dan Ati. Bantuan perikanan diharapkan mendorong peningkatan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha masyarakat pesisir.
Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, sejumlah pimpinan OPD, Camat Kota Masohi, serta lima kepala kelurahan yang mendampingi warganya masing-masing.
Program bantuan sosial dan perikanan ini menjadi bagian dari strategi Pemda Maluku Tengah untuk menekan dampak ekonomi pascapandemi serta meningkatkan ketahanan pangan daerah. Dengan fokus pada masyarakat miskin dan nelayan kecil, bantuan diharapkan mampu menjawab kebutuhan jangka pendek sekaligus memperkuat basis ekonomi lokal.
Meski demikian, tantangan besar masih menanti. Pemerintah daerah perlu memastikan distribusi tepat sasaran, pendampingan pascabantuan, dan keberlanjutan program agar benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat penerima. (BM31-02)





