Ambon,
| Pergeseran besar mulai terjadi dalam peta pendidikan vokasi di Maluku. Jurusan kesehatan, biomedis, farmasi, mesin, dan mekanik kini menjadi program studi paling diminati siswa, sementara jurusan administrasi mengalami penurunan peminat akibat perkembangan teknologi digital dan perubahan kebutuhan dunia kerja. Fenomena itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin, saat menghadiri Pelepasan dan Pengukuhan Siswa XII SMKN 6 Ambon Tahun Ajaran 2025/2026.
Perubahan tren tersebut memperlihatkan arah baru pendidikan vokasi di Maluku yang mulai berorientasi pada kompetensi teknis dan kebutuhan industri modern. Pemerintah daerah menilai transformasi itu menjadi sinyal penting bagi penyesuaian kurikulum dan strategi pengembangan SMK ke depan.
“Untuk pendidikan vokasi minatnya semakin tinggi. Untuk jurusan tertentu yang hari ini kurang peminat adalah jurusan administrasi mungkin karena kemajuan teknologi orang tidak lagi membutuhkan administrasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Sarlota Singerin.
Ia menyebut jurusan kesehatan, farmasi, biomedis, mekanik, dan mesin kini mendominasi pilihan siswa karena dianggap memiliki peluang kerja lebih besar dan relevan dengan perkembangan industri.
“Untuk jurusan biomedis, farmasi, kesehatan dan juga mekanik, mesin itu sangat mendominasi,” ujar Singerin.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan orientasi generasi muda terhadap pendidikan kejuruan. Jika sebelumnya jurusan administrasi dan perkantoran menjadi pilihan utama, kini siswa lebih tertarik pada bidang yang menawarkan keterampilan teknis spesifik dan peluang kerja langsung.
Pemerintah Provinsi Maluku menilai perubahan itu tidak bisa dilepaskan dari percepatan digitalisasi dan otomatisasi pekerjaan administrasi. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga administrasi kini mulai tergantikan oleh sistem digital dan teknologi berbasis aplikasi.
Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja bidang kesehatan, teknik, dan mekanik terus meningkat seiring berkembangnya layanan kesehatan, industri jasa, serta kebutuhan infrastruktur di berbagai daerah.
Dalam konteks tersebut, pemerintah mulai mendorong penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik dan kemitraan industri agar lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja. Pendekatan itu juga diterapkan pada sejumlah SMK unggulan di Maluku, termasuk SMKN 6 Ambon yang disebut sebagai salah satu pusat keunggulan pendidikan vokasi.
“SMK Negeri 6 Ambon adalah salah satu SMK yang sudah diandalkan karena ini salah satu pusat keunggulan. Dalam kepercayaan pemerintah untuk revitalisasi yang diberikan ini, pemerintah Provinsi Maluku menaruh harapan penuh untuk memperkuat pendidikan vokasi di Maluku,” kata Singerin.
Selain penguatan kompetensi siswa, pemerintah juga mulai menyiapkan regenerasi kepemimpinan sekolah agar program revitalisasi SMK tetap berjalan setelah sejumlah kepala sekolah memasuki masa pensiun.
Menurutnya, kepala sekolah mendatang harus mampu melanjutkan inovasi pendidikan sekaligus membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan industri.
Perubahan tren minat jurusan ini diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan pendidikan vokasi Maluku dalam beberapa tahun ke depan, termasuk pembukaan program studi baru yang lebih relevan dengan kebutuhan tenaga kerja masa depan.(BM31)






