Itu berarti bahwa dalam semangat ke gotong royongan sesuai nama “Masohi” maka masyarakat dan pemerintah daerah secara menyeluruh harus bergandengan tangan bahu membahu untuk melaksanakan pembangunan di berbagai bidang demi kesejahteraan masyarakat di kabupaten tertua ini, sebutnya.
Berkaitan dengan itu, tema yang di gunakan dalam pelaksanaan momentum HUT kota Masohi ke 6u tanggal 3 November 2923 yaitu “Menata dan Membangun Kota Masohi, Jejak Tapak Tangan Putra Sang Fajar yang Terabaikan dalam Pembangunan Nasional”.
Dengan demikian maka tugas utama masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tengah saat ini adalah menata dan membangun kota Masohi dan kabupaten secara utuh yang sudah di wariskan oleh leluhur dan pendahulur dengan komitmen dan keteladanan para pendiri kota ini, ucapnya.
Dia (Sahubawa) katakan kalau masyarakat secara utuh dan Pemda sangat merasakan dukungan serta kolaborasi yang tinggi semua pihak termasuk anggota DPRD dan pemangku kepentingan serta gubernur Maluku maupun inalatu Maluku sebagai kekuatan dan pondasi dalam mewujudkan Maluku Tengah yang berkembang, maju, bermartabat untuk menggapai kesejahteraan.
Saya mengajak kita semua untuk membangun Maluku Tengah dengan komitmen dan pengabdian tanpa batas, Melayani yang belum terlayani, menjangkau yang belum terjangkau, memperbaiki yang masih kurang, memperkuat yang sudah bagus, untuk membangun Maluku Tengah sebagai Jendela Indonesia Timur guna mendukung terwujudnya Pembangunan Maluku Emas, ajak mantan kepala Bappeda Malteng ini.
Usai pelaksanaan upacara HUT kota Masohi ke 66 di lapangan Nusantara Masohi, gubernur Maluku, Ina Latu Maluku bersama rombongan serta semua masyarakat di kabupaten ini di hiburkan dengan tarian mako-mako yang di pentaskan oleh kurang lebih 600 anak-anak adat dari negeri-negeri yang ada di kecamatan Amahai, kecamatan Kota Masohi dan kecamatan TNS. (BM31-02)







