Masohi,
| Pemadaman listrik mendadak di RSUD Masohi pada Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 04.00 WIT sempat membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) gelap gulita. Meski demikian, seluruh pelayanan medis, termasuk penggunaan alat kesehatan vital seperti ventilator dan monitor, dipastikan tetap aman dan berfungsi normal.
Direktur RSUD Masohi, Anang Rumuar, menegaskan pemadaman yang berasal dari jaringan PLN terjadi secara tiba-tiba dan di luar kendali pihak rumah sakit. “Pemadaman ini bukan disengaja oleh pihak PLN Masohi, namun kemungkinan besar akibat gangguan jaringan yang terjadi secara tiba-tiba. Dari kejadian pemadaman tersebut, tidak mempengaruhi alat kesehatan seperti ventilator maupun monitor yang sedang digunakan oleh pasien,” kata Anang Rumuar melalui sambungan telepon kepada BM31News.
Rumuar menekankan, peralatan medis kritis telah dilengkapi baterai penyuplai listrik yang mampu menopang daya beberapa jam. “Kedua alat tersebut sudah difasilitasi dengan baterai penyuplai arus listrik, sehingga walaupun lampu padam, alat tetap hidup dengan tenggang waktu beberapa jam,” tegasnya.
Meski perangkat medis aman, ruangan IGD dan sejumlah area lain sempat gelap. Keluarga pasien terpaksa menggunakan senter ponsel sebagai penerangan sementara. Salah satu keluarga pasien Eldy Adrians, warga Kecamatan Teon Nila Serua (TNS), merekam suasana tersebut dan mengunggahnya ke media sosial TikTok. Video itu dengan cepat viral dan memunculkan pemberitaan di salah satu media lokal berjudul “RSUD Gelap Gulita, Pasien Gunakan Senter HP: LSM Pukat Seram Desak Copot Direktur RSUD”.
Merespons kritik publik, Rumuar memastikan RSUD Masohi memiliki prosedur darurat yang dijalankan dengan baik. Genset rumah sakit segera diaktifkan dan listrik kembali menyala tidak lebih dari 15 menit setelah pemadaman. “Memang lampu padam sekitar 10 atau 15 menit. Setelah itu petugas kami yang bertugas di bagian mesin genset langsung melakukan penyalaan lampu melalui mesin genset milik RSUD Masohi,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa pelayanan kesehatan, termasuk bagi pasien kritis seperti Eldy Adrians yang menggunakan ventilator dan monitor, sama sekali tidak terganggu. “Saya mempertegaskan kembali bahwa walaupun lampu listrik PLN padam, alat kesehatan berupa ventilator dan monitor yang digunakan pasien tidak akan terganggu,” tutup Anang Rumuar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur cadangan listrik di fasilitas kesehatan. Meski sempat memicu keresahan, sistem darurat RSUD Masohi terbukti mampu menjaga keselamatan pasien dan kelancaran layanan medis. (BM31-02)







